Jumat, 05 April 2019

PRATIKUM KE V OSMOSIS


PRATIKUM KE V
OSMOSIS



Oleh
Syahirul Alim (1512220022)



Dosen Pembimbing
Irham Falahudin,M.Si





PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI ( UIN ) RADEN FATAH PALEMBANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Osmosis merupakan perpindahan zat dari daerah yang memiliki konsentrasi rendah hipotenik kedaerah yang memiliki konsentrasi tinggi hipertonik mealaui mambran semiplasmeabel. Yang memliki perbedaan konsentrasi dengan zat disekikatarnya, memungkinkan melalui osmosis hingga ahirnya sel itu mempunyai konsentrasi yang sama dengan zat disekitar isotonic. Sebelum di ketahui bahwa mambran sel adalah tempat keluar masuknya zat pada sel yang disebut tranpor (Yatim, 1996).
Transportasi zat pada mambran sel dibagi dua yaitu transportn pasif dan transport aktif.transport pasif merupakan perpindahan pada mambran yang tidak membutuhkan energi. Transport pasif  terdiri atas difusi, dan osmosis. Sedangkan transpor aktif merupakan perpindahan zat yang membutuhkan energi karena melawan gradien konsentrasi, terdiri atas endositosis dan ekosistosis (Campbell, 2008).
Pada kegiatan pembelajaran kali ini kita dapat mempelajari tentang transport akif. Dari buku-buku yang saya tealah baca terdapat berbagai teori dari berbagai orang yang telah melakukan eksperimen dan menyimpulkan bahwa difusi adalah perpindahan zat dari konsentrasi tinngi ke konsentrasi rendah sehingga konsentrasinya sama, tampa melwati mambran atau pun melewati mambran, dan osmosis adalah perpindahan zat yang larut hipotesis atau encer (konsentrasi air tinggi ke konsentrasi zat larut rendah ) menujuh larutan hipertesis atau pekat ( konsentrasi air rendah, ke konsentrasi air tinggi) yang mana mabran semipermeabel.
Mempelajari dunia kehidupan tidak terlepas dari pengetahuan tentang hierarki biologi. Dalam pengetahuan biologi, sel merupakan unit terkecil yang dapat melakukan aktivitas kehidupan. Selain itu, dalam organisme terdapat alat transpor yang mampu mengatur organisme lainnya. Sehingga membran sel tersusun atas senyawa fosfolipid bilayer. Oleh karena itu, sel mampu melakukan transpor zat. Hal ini sangat dibutuhkan oleh tumbuhan agar mereka dapat mendistribusikan energi yang mereka dapatkan dari alam.
Metabolisme pada organisme multiselluler mencakup beberapa hal, antara lain transport zat hara dan transport ion. Sistem transport pada hewan yaitu sistem sirkulasi. Pada sistem sirkulasi, aliran materi terjadi karena adanya daya dorong dari organ pemompa. Sedang sistem transport pada tumbuhan yaitu sistem vaskuler, pada sistem ini aliran senyawa berlangsung mengikuti atau melawan padatan konsentrasi.

1.2 Tujuan Praktikum
    Adapun tujuan pratikum osmosis adalah :
a.              Memahami perestiwa osmosis pada sel
b.              Dapat memahami dan menjelaskan proses difusi



















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Tekanan Osmotik
Osmosis ialah difusi militasi mambran simpermeabel yang memissahkan kedua larutan dengan konsentrasi solute yang berbeda.  Proses ini cendrung untuk menyamahan konsentrasi solut pada kedua sisi mambran tersebut. Sebagai gambaran andaikan lah sejumblah sel bakteri disupripsikan dalam larutan yang mengandung natrium kloride berkonsentrasi tinggi (20%). Aira yang mengalir dari darerah berisikan substansi terlarut dengan konsentrasi lebih rendah  ( bagian sel sebelah dalam mempunyai konsentrasi garam yang lebih rendah) meluntasi mambran sitoplasma yang bersipat semipermeabel, masuk kedalam larutan disekeliling sel. Proses ini dikenal dengan nama plasmolisis. Pada sel-sel hewan yang tidak mempunyai diding yang kaku, dapat teramati penyusutan sel yang sesunggunya sebagai akibat plasmolisis (Pelcza, 2009).
Bila bakteri ditempatkan dalam larutan berisi natrium kloride dibawah 1%, katakanlah 0,01% maka arah aliran air akan terbali, yaitu air akan mengalir dari larutan masuk kedalam sel. Proses demikian dinamakan plasmolisis. Terbentuk tekanan osmotik didalm sel akibat akumulasi air dalam jumblah yang besar disitu. Apabila mambran sel itu elastik, seperti misalnya pada sel darah merah, maka tekanan ini  akan mengakibatkan pembengkakan dan bahkan dapat meyebabkan pecahnya sel. Bakteri memiliki dinding sel yang kaku yang dapat menahankan perubahan tekanan osmotik, sehingga biasanya tidak menujukan biasanya tidak menujukan perubahan bentuk atau pun ukuran yang menjolok bila terjadi plasmolisis atau plasmolitis (Pelcza, 2009).
Konsentrasi gram lebih di atas 1 % berbahaya bagi banyak bakteri, tapi tidak bagi organisme yang merupakan penghuni asli lautan yang umumnya berkadar garam 3,5 sampai 4 %, atau bagi organisme yang hidup dilaut mati atau great salt lake ( danau air asin di Utah, amerika serikat ) yang kadar garam yang 29%. Demikian pula beberapa organisme dapat tumbuh dalam konsentrasi gula yang tinggi. Pada umumnya mikro organisme dihanbat pertumbuhannya oleh kadar garam yang tinggi ( 10-15%) atau kadar gula yang tinggi ( 50-70%). Penghamabat ini merupakan dasar bagi pengawetan bahan makanan dengan cara pengasinan atau menggunakan larutan gula dengan kadar yang tinggi. Mekanisme penghambat microbe Ini  ialah plasmolisis. Sel-sel mengalami dehidrasi sehingga tidak  dapat bermetabolisme atau tumbuh. Selanjutnya sel-sel akan mati atau dapat tetap hidup, tapi dalam keadan dorman (Pelcza, 2009).

2.2  Difusi
Difusi adalah perbesaran zat dari ruang berkonsentrasi lebih tinggi keruang konsentrasi yang lebih rendah.perembasan itu mungkin tanpa lewat sekat, perembasan tanpa lewat sekat berlangsung dalam plotoplasma sendiri,seperti dari ujung retilkulum endoplasma keujung lain. Difusi berlangsung menurut gradient (kemiringan) konsentrasi. Yakni dari ruang yang konsentrasi zat A tinggi keruang konsentrasi zat A itu rendah. Cara difusi umumnya pada sel dan tampak butuh energy, proses difusi dapat terjadi bagi oksigen, air, CO2,  elektrolitdan bahan organis molekul sederhana  (Yatim, 1996).
2.2. 1Metode Difusi Tunggal
Didalm metode difusi tunggal dapat dirancang oleh oudin, antigen ditaruh di atas gel agar yang mengandung antisrum didalam suatu tabung reaksi bermulut sempit  setelah dibiarkan selama bebrapa jam atau bebrapa hari antigen itumerambes kedalam gel membentuk  pita-pita endapan pada berbagai tarai, bergantung kepada jumblah  dan macam antigen –antibodi yang ada. Karean persiptasi terjadi ketika antigen menembus gel. Maka cicin endapan mulai muncul didekat puncak gel dan nampaknya bergerak perlahan kearah bawah, efek semacam ini mungkin sesunggunya disebabkan oleh meingktnya jumblah antigen yang menyebabkan endapan itu itu melarut ( karena reaksi intigen –anti bodi itu dapat balik). Persinpitasi terbentuk kembali pada posisi yang lebih kebwah didalam tabung itu, yaitu pada tempat konsentrasi  antigen yang optimum. Factor-faktor yang menuntukan taraf untuk terjadinya reaksi ialah ukuran ddan konsentrasi yang nisbi reaktan   (Pelcza, 2009)
2.2.2  Metode Difusi Ganda
C.L. Oakley dan A.J. Fulthorpe memodifikasi hasil teknik J.Oudin dengan cara menruh anti serum didalam agar didasar tabung reaksi dan melepasinya dengan gel agar, lalu diatas nya ditaruh larutan antigen . kedua reaktan itu berdifusi kearah maasing-masing didalam agar dan bersipitasi terjado terdapatnya konsentrasi optimum. Ini adalah difusi ganda dimensi. Metode difusi ganda dua dimensi yang di rancang oleh Ouchterlony mempunyai keutungan dibandingkan dengan metode-metode diatas yaitu bahwa berbagai antigen dan antreum dapat dibandingkan secara langsung (Pelcza, 2009).
Didalam uji ini reakta merembas dari sumur-sumur yang dibuat pada agar didalam satu cawan petri yang datar. Pita-pita endapan terbentuk di daerah antara sumur-sumur yang bersisi antiserum dan antigen homolog dalam konsentrasi optimum. Bila pita-pita endapan yang dibentuk kedua intigen dan antibodi itu melebur pada titik pertemuaanya, maka berarti kedua intigen itu sama. Bila bersilangan artinya kedua intigen itu berbeda  (Pelcza, 2009).
2.2.3 Keceptan Difusi
Beberapa kecepatan zat terlarut dapat berdifusi bergantung pada lima faktor yaitu :
a.         Ukuran lebih sedikit energy yang diperlukan untuk memindahkan molekul kecil dapat didifusi lebih cepat.
b.      Suhu molekulbegerak lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi sehingga mereka lebih sering bertumbukan. Pegabungan molekul akiat tumbukan menjauhkan satu dengan yang lain
c.       Perbedaan gradien konsentrasi. Kecepatan difusi lebih tinggi dalam gradien yang besar. Sekali lagi molekul bertumbukan lebbih sering dalam daerah yang konsentrasi yang lebih tinggi sehingga molekul cendrung terpantul keluar daerah tersebut.
d. Muatan. Tiap ion yang larutan dalam cairan berkontribusi terhadap keseluruhan muatan lisrtik cairan. Perbedaan anatara dua daerah memengaruhi kecepatan dan rah difusi kaarena berbeda muatan ini akan menarik atau menolak io tertentu, contohnya zat bermuatn positif seperti ion natrium akan bergerak kedaerah bermuatan negative.
e. Tekanan difusi mungkin di pengaruhi oleh perbedaaan tekanan  anatara dua daerah. Tekanan mendekatkan molekul sehingga moleku-molekul yang mungkin padat menjadi bertumbukan dan lebih sering berikatan.       (Pelcza, 2009).

2.3 Osmosa
Kalau konsentrasi zat alebih tinggi di A dari pada di B atau tak ada di B maka a merembes ke B sedangkan zat b tidak biasa merembes ke A. meski di A tak ada b. proses perembesan ini disebut osmosa atau osmosis. Osmosa terus berlangsung sampai konsentrasi a di A dan B sama. Naiknya permukaan B dapat di ukur dengan menometer. Nilainya disebut nilai osmotis atau besar tekanan osmosa B. tekanan osmosa itu di beri ukuran mm Hg  (Yatim. 1996 ).
Hipotesnis (hypo artinya rendah, dbawah, tenus yang artinya tekanan), ruang b disebut hipertesis (hiper artinya tinggi, di atas osmosaterjadi di ruang hipotesis ke yang hipertesis. Jika tekanan osmosa sama antara A dan B berarti tak ada perembasan zat a lagi, disebut isotonis iso artinya sama. Transport secara osmosa terjadi banyak perembesan dalam sel tubuh. Seperti perembesan plasma darah dari sel jaringan untuk kembali ke jumen (rongga) kapiler (Yatim, 1996 ).

2.4  Sistem Osmotik
Alat ukur osmosis disebut osmometer,umumnya osmometer adalah perangkas laboratorium, tapi sel hidup dapat pula diangap sebagai sistem osmotic. Pada keduanya biasanya terdapat dua hal yang penting. Petama dua larutan atau lebih, atau air murni dipisahkan itu sama lain oleh mambran yang membatasi pergerakan tekanan, setidaknya pada salah satu bagian volumenya. pada asmometer laboratorium biasanya tekanan timbul cara hidrostatik melawan gravitasi namun saran lain dapat pula digunakan misal, alat pelacak volume ( contohnya bekas cahaya dan fotosel ) yang menaikan tekanan di dalam sistem dengan piston, segera setelah volume cairan mulai membesar akibat sedikit air yang ditambahkan pada sel dinding yang tegarlah yang menyebabkan tekanan (Salisbury, 1995)
Perlu di ingat bahwa struktur dinding sel dan mambran yang berbeda, mambran memungkinkan molekus air melintas lebih cepat dari pada unsure terlarut, dinding sel primerbiasanya permaebel terhadapat keduanya memang mambran sel tumbuhan memungkinkan berrlangsungnya osmosis,tapi dinding sel yang tegar ialah yang menimbulkan tekanan (Salisbury, 1995).

2.5  Transport Aktif  Dan Transport Pasif
Transport aktif (akitive Transport)semua protein yang mengerakan zat terlarut melawan gradient konsntrasi merupakan protein pembawah, bukn protein saluran. Hal ini masuk akalmsebab ketika terbuka,protein saluran hanya membiarkan zat terlarut mengalir menuruni gradient konsentrasinya bukan mengambil dan metrasportnya melawan gradient. Traport aktif memungkinkan sel mempertahankan konsentrasi  internal zat terlarut kecil yang berada dari konsentrasi di lingkungan. Misalnya dibandingkan dengan lingkungannya (Campbell, 2008).
Difusi melintasi mambran biologi disebut transport pasif karena sel tidak harus mengeluarkan energy agar hal ini terjadi gradient konsentrasi sendir
i menpersentasikan energy potensialdzn mengerakan difusi. Akan teapi ingat bahwa mambran bersipat permaebel selektif dan kareana memiliki efek yang berbeda-beda terhadpat lanjut difusi sebagi molekul. Dalam kasus air akuaporin meningkatkan air berdifusi dengan sangat cepat melintas mambran pada bebrapa sel tertentuseperti yang akan kita lihat, pengerak air menlintas mambran plasma memilikibebagai konsekuen penting bagi sel (Campbell, 2008 ).
2.5 Ekositosis
Ekositosis vartikel transport yang telah bertunas dalam aparatus golgi bergerak disepanjang mikrotubuhlus skeleton kemambran plasma. Ketika mambran vesikel dan mabran plasma bersentuhan, molekul-molekul lipid pada kedua lapisan ganda menyusun ulang dirinya sendiri sehingga kedua mambran berdifusi. Kandungan kedua tumpah kesrluruh sel semetara mambran vasikel menjadi bagian dari mambran plasma (Campbell, 2008) .
Pada endositosissel mengambil molekul-molekul biologis dan partikel dengan bentuk vasikel baru darah mambran plasma walaupun protein terlihat dalam kedua transport masal berbeda, peristiwa endosis seperti kebalikan ekositosis. Daeag kecil pada mambran plasma melekuk kedalam bentuk kantung, ketika tambah dalam katung pun terlepas dari mambran plasma membentuk vasikel yang mengandung materiyang berada diluar sel   (Campbell, 2008).
















BAB  III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 24 November  2015 pukul 10:00-11:30 WIB. Bertempat di laboratorium biologi fakultas tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.

3.2. Alat dan Bahan
3.2.1. Alat
a. Mikroskop
b. Deckglass
c. Objek glass
d.Tabung reaksi
e. Suntikan
f. Karter Atau Silet
3.2.2.Bahan
a.          Darah burung darah
b.         Larutan Ringer
c.          Aquades
d.         Ringer Solution 
e.          Gula
f.          Garam
g.         Kentang Solanum Tuberisum
h.         Timun  Cucumis Sativus

 3.3.1 Cara Kerja
Adapun cara kerja dalam partikum plasmolisis dan kreanasi :
a. siapkan 3 buah obyek glass cekung dan 3 buah deckglass
b. obyek glass I ditetesi ringer solution
c. obyek glass II ditetsi larutan sukrosa
d. obyek glass III ditetsi Aquades
e. tambahkan darah pada tiap tetesan
f. tutup dengan deckglass dengan hati-hati
g. amati dibwah mikroskop, amati perubahan apa yang terjadi
3.3.2 Cara kerja
a. siapkan 3 buah perparat
b. perparat I ditetesi ringer solution
c. perparat II ditetsi larutan sukrosa
d. perparat III ditetsi Aquades
e. tambahkan darah pada tiap tetesan
f. tutup dengan deckglass dengan hati-hati
g. amati dibwah mikroskop, amati perubahan apa yang terjadi



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 1. Hasil pengamatan kentang dan timun di air garam
Pengamatan
Sebelum
10’
10’
10’
Kentang
Timun
Kentang
Timun
Kentang
Timun
Kentang
timun
Warna
Kunung terang
Putih hijau
Kuning terang
Putih
Kuning terang
Putih
Kuning terang
Putih
Tektur
Keras
Keras
Agak lembut
Agak lembut
Lembut
Lembut
Lembut
Lembut
Ketebalan
1 cm
1 cm
0,9 cm
0,8 cm
0,8 cm
0,7 cm
0.6 cm
0,5 cm
Bentuk
Balok
Balok
Agak mengkirut
Agak mengkirut
Mengkirut
Mengkirut
Semakin mengkirut
Semakin megkirut

Tabel 2. Hasil pengamatan kentang dan timun di air gula
Pengamatan
Sebelum
10’
10’
10’
Kentang
Timun
Kentang
Timun
Kentang
Timun
Kentang
timun
Warna
Kunung terang
Putih hijau
Kuning pucat
Putih
Kuning pucat
Putih
Kuning
putih
Tektur
Keras
Keras
Keras
Keras
Agak lembut
Agak lembut
Lembut
lembut
Ketebalan
1 cm
1 cm
1 cm
1 cm
0,9 cm
0,7 cm
0,8 cm
0,6 cm
Bentuk
Balok
Balok
balok Tetap
Balok Tetap
Menciut
Menciut
Semakin menciut
Semakin menciut

Tabel 3. Hasil pengamatan kentang dan timun di air biasa
Pengamatan
Sebelum
10’
10’
10’
Kentang
Timun
Kentang
Timun
Kentang
Timun
Kentang
timun
Warna
Kunung terang
Putih hijau
Kuning pucat
Putih
Kuning pucat
Putih pucat 
Kuning pucat
Putih pucat
Tektur
Keras
Keras
Keras
Keras
Keras
 Keras
Semakin keras
Semakin keras
Ketebalan
1 cm
1 cm
1.1 cm
1 cm
1,2 cm
1,1 cm
1,3 cm
1,2 cm
Bentuk
Balok
Balok
Balok sedikit kencang
Balok sedikit kencang
Balok kencang
Balok kencang
Balok besar
Balok beasr
Tabel 4. Pengamtan plasmalis dan krenasi
No
Pengamatan
Air garam
Air gula
Air biasa
1
Warna
Merah gelap
Merah gelap
Normal ( merah)
2
Reaksi
Terjadi pengerutan
(krenasi) terhadap sel
Darah
Terjadi pengerutan
(krenasi) terhadap sel
Darah
Terjadi reaksi
hermolisis
3
Bentuk
Menkerut atau mengecil
Menkerut atau mengecil
Rapat


4.1      Pembahasan
Osomosis adalah perpindahan air melalaui mambran permaebel selektif dari bagian yang lebih encer kebagian yang  yang lebih pekat. Mambran senipermaebel harus dapat di tebus oleh pelalut, tetapi tidak oleh zat terlarut,yang memgakibatkan gradien tekanan sepanjang mambran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat oleh buatan dengan  meningkatkan tekanan pada bagian pekat dengan konsentrasi yang lebih encer (kimball, 1983).
Gaya perunik luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui mambran permaebel selektif dan kelarutan dengan konsetrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekakn turgor. Kentang pada larutan air selama 10 menit pertama, setelah kentang  di rendam dalam larutan  air selama 10 menit , warna pada kentang masih seperti semula, yaitu ketantang masih berukuran 1 cm, serta bentuk pada kentang masih seperti pertama kali masukan ke dalam air.
Kentang pada air biasa selama 10 menit kedua, kentang pada air  biasa pada waktu 10 menit yang kedua warna nya berubah agak pucat dari warna awalnya, tektur kentang menjadi agak lembut, ketebalan kentang menjdi tipis dan bentuk kentang agak menyusut dari pada awalnya.
Kentang pada 10 menit ketiga dlam larutan garam, gula, air. Warna pada kentang mengalami perubahan yaitu berubah menjadi kuning pucat dari warna sebelumnya, tekturpun keras dan memiliki ketebalan bervariasi 1,1 cm dan mencapai 1,3 cm. Bentuk pada kentang baloklancio kencang. Timun pada 10 menit ketiga dalam larutan graam, gula dan air. Warna berubah jadi putih pucat dari warna sebelumnya yaitu putih hijau. Tektirnya keras memiliki ketebalan bervareasi 1,1 cm  samapai 1,2 cm. Bentuk pada timun balok kencang.
Berdasarkan apa yang praktikan amati pada pratikum kali ini, warna darah pada air garam dan air gula berwrna merah gelap sedangkan pada air biasa warna normal atau tidak ada perubahan.reasksi yang terjadi pada air garam dan air gula terjadinya pengerutan terhadapa sel darah, atau disebut dengan kremasi, sedangkan pada air bias terjadi hemilisis.
Bentuk sel darah pada air garam dan iar gula jarak antara selnya renggang, sedangkan pada air biasa merapat. Krenasi adalah proses pengerutan sel darah merah apabila benda dalam larutan hipertonik. Hemolilis adalah proses pecahnya sel darah dan hemoglobin yang berwarna merah keluar sel karena berada dalam larutan hipotenik.
Pada pencobaan darah burung darah mengunakan larutan gula, mehasilkan warna pada mikroskop brubah menjadi warna merah terang dn untuk tektur akan menyatuh dan menggumpal hal ini disebabkan karena larutan gula bersiapat hipotenis sehingga sel darah akan bersatu.
Pada pencobaan dengan mengunakan larutan garam menghasilkan warna darah berubah menjadi orange dan tektur berbentuk butir-butir dn pecah, hal ini disebabkan karena adanya hipertenis sehingga sel darah akan pecah. Pada pencobaan mengunakan air biasa menghasilkan warna darah pada mikroskop berubah menjadi warna orange terang hal ini di seabkan karena bersipat isotonis sel darah akan bersatu.
Difusi adalah perbesaran zat dari ruang berkonsentrasi lebih tinggi keruang konsentrasi yang lebih rendah.perembasan itu mungkin tanpa lewat sekat, perembasan tanpa lewat sekat berlangsung dalam plotoplasma sendiri,seperti dari ujung retilkulum endoplasma keujung lain. Difusi berlangsung menurut gradient (kemiringan) konsentrasi. Yakni dari ruang yang konsentrasi zat A tinggi keruang konsentrasi zat A itu rendah. Cara difusi umumnya pada sel dan tampak butuh energy, proses difusi dapat terjadi bagi oksigen, air, CO2,  elektrolitdan bahan organis molekul sederhana    (Yatim , 1996).

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa larutan gula dan larutan garam merupakan larutan kremasi. Sedangkan pada air larutan hipertenik. Darah yang diberi hipertenik gula dan garam mengalami kremasi dan drah yang di beri air biasa mengalami peristiwa hemolisis. Terjadi penambahan ukuran pada objek kentang dikarenakan adanya media yang hipotesis pada kentang, terjadi juga pengurangan ukuran  pada objek kentang di kareanakan adanya hipertensis terhadapat objek kentang. Juga dapat di simpulkan kita dapat mengetahui bahwa  osmosis adalah perpindahan zat pelarut air baik dari luar kedalam maupun dari dari dalam keluar, melalumambran semipermeabel menuju daerah dengan konsentarasi yang lebih rendah. Kondisi sel tidak selalu berada yang normal yang mudah dengan mengaturnya sel tersebut bisa mencapai hemostatis atau seimbang. Terkdang sel juga bisa berada dilingkungan yang ekstrem yang menyebabkan semua isi sel dipaksakan keluar karena di luar tekanan lebih besar, jika terjadi demikian maka terjadinya lisis atau plasmolisis yang membwah selitu layu malah menyebabkan mati.


5.2 Saran
Dalam pelaksanaan pratkum pengamatan kentang dan darah burung darah, di harpkan praktikumnya harus teliti dalam melasanakannya dan berhati-hati dlam mengunakan alat-alat pratikum ( mikroskop deckglass, cawan petri dan lain-lain).






DAFTAR PUSTAKA

Campbell. 2008. Biologi. Jakarta; Erlangga
Pelczar. 2009. Mikrobiologi. Jakarta : Universitas Indonesia.
Salisbury. 1995. Mikrobiologi. Jakarta
Salisbury. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Bandung.
Yatim. 1996. Biologi Modern. Bandung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar