Jumat, 05 April 2019

LAPORAN PRATIKUM 4 PENGAMATAN SEL


LAPORAN PRATIKUM 4
                                                  PENGAMATAN SEL



Oleh
Syahirul Alim (1512220022)



Dosen Pembimbing
Irham Falahudin,M.Si






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI RADEN ( UIN ) FATAH
PALEMBANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
 Sel berasal dari cellula yang pertama kali digunakan Robent hooke pada tahun 1665. Hooke memberikan istilah ini untuk ruang kecil yang di batasi oleh dinding, yang dilihatnya pada sel gambus. Selanjutnya, ia mengamati jaringan tumbuhan yang lain dan melihat bahwa sel-selnya berisi cairan. Senywa di dalam sel yaitu sitoplasma, di temukan beberapa saat sesudahnya. Pada tahun 1880, Hanstein mengunakan istilah protoplas untuk menyebut unit protoplasma yang terdapat dalam suatu sel.
Ia juga menyusulkan istilah protoplas untuk mengantiakan istilah sel, tetapi tidak dpat di terima. Pada tumbuhan, yang meliputi sel protoplas dan dinding selnya. dulu, dinding sel diangap sebagai eksresi tidak hidup dari suatu sel hidup. Namun hasil penelitian menekankan bahwa dinding sel dan protoplasma, khususnya pada sel muda, merupakan suatu kesatuan organik yang bersama-sama membentuk unit hayati.
Pada tahun 1831, Robert Brown menenukan inti didalam sel epidermis tumbuhan anggrek. Pda tahun 1846, Hugo Von Mohl membedadan antara protoplasma dan cairan sel. Pada tahun 1862 Koliker memperkenalkan istilah cytiplasma. Dari ahir abda ke-19 dan selama abad ke-20, penelitian tentang sel berkembang dengan cepat, bhkan sekarang sitologi sudah berkembang jadi ilmu tersendiri. ( Seri, Mulyani E.S, 2006 ).
 Sel adalah unit terkecil yang menujukan suatu sipat yangdihubumgkan dengan kehidupan. Suatu sel harus memperoleh energi dari luar untuk mdigunakan dalam proses-proses vitalnya, misalnya pertumbuhan, perbaikan , dan peroduksi. Semua reaksi kimiawi dan fisikayang terjadi dalam sel untuk mendukung funsi-fingsi tersebut disebut metobolisme. Reaksi metabalik dikatalisis oleh enzim. Enzim adalah molekul protein yang dapat mempercepat terjadinya reaksi biokimia tampa diubah secara permanen atau di konsumsi dalam proses tersebut ( Rahul J.cano. 2006)

Sel adalah unit dasar suatu organisme. Pada organisme multisel, sel semata-mata tidak mengelompok, tetapi di hubungkan dan dikordinasi dalam satu keseluruhan yang harmonis. Ukuran bentuk, sturtur dan fungsi sel bermacam-macam. Ada yang berkuran dalam mikron sehingga sentimeter, misalnya pada seraburat tumbuhan tertentu. Ada sel yang memilki organisasi internal sederhana, tetapi ada juga yang rumit. Ada sel yang mempunyai banyak fungsi, tapi ada juga sel yang mempunyai fungsi khusus. 
Adanya dinding pada sel tumbubuhan merupan ciri penting yang membedakannya dengan sel hewan. Didinding sel di temukan pada abad ke-17 sebelum di temukannya protoplas. Sejak itu ada banyak peneliti di berbagai metode, baik secra kimia fisika., maufpun marfologi. Penelitian didukung oleh dalam kemajuan dalam bidang kimia organik, sinar x, pengguna mikroskop cahaya, dan mikroskop penolaran, bahkan ahir-ahir ini dengan mikroskop elektron.
Setelah hampir 200 tahun dari penemuannya, sel diangap sebagai bagian sistem mambran dalam organisme multisel. Tidak dipisahkan, hingga tahun 1820-an, pengembangan lensa peat menyebabkan pengamatan yang lebuh teliti terhadap sel. Robert Brown ahli biologi menukan nuleus sel tumbuhan. Matthias Sclenden memiliki hipotesis bahwa bahwa satu sel tumbuhan satu unit kehidupan saat sel tersebut menjadi bagian tumbuhan. Kemudian membandingkan dengan ahli Zoologi Theodor Schawan dan keduanya menyimpulkan bahwa jarigan hewan dan tumbuhan tersusun dari sel dan produk sel. Mereka mengetahui bahwa sel memiliki kehidupan saat bagian dari multisel.
1.2. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan pratikum pengamatan sel yaitu :
a. Mengetahui perbedaan  ciri pokok antara sel hewan dan sel tumbuhan
b. Mengetahui perbedaan  ciri pokok antara sel hidup dan sel mati



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.Dinding Sel
Berdasarkan pekembangan dan struktur jaringan tumbuhan dapat ibedakan tiga lapisan dinding sel.
a.       Lamela tengah atau lapisan antar sel atau senyawa antarsel. Lamela tengah terdapat dianatara dua dinding primer dan dua sel yang merupakan senyawa yang tampa bentuk amorf. Lamela tengah terdiri atas pektin. Enzim pektinase dengan reagen kimia yang dapat melarut pektinmenyebabkan caringan terurai (disitegrasi) menjadi sel individual.prosedur itu di sebut maserasi (maceration).
b.      Dinding primer adalah dinding sel pertama yang berkembang pada sel baru. Kebayakan sel mempunyai dinding primer, sedangkan lamela tengah hanya merupakan senyawa anarsel yang tidak berdipat dinding. Diding primer merupkan bagian dindidng sel yang berkembang dalam sel selama masih mengadakan pertumbuhan.
c.       Diding skunder dibentu sebelah dlam dinding primer. Sebgian besar sel trakaida dan serabut mempunyai tiga lapis dinding sekunder, yaitu lapisan luar, lapisan tengah dan lapisan dalam. Di anara lapisan ketiga ini, biasanya lapisan tengahpaling tebal. Ada juga sel yang mempunyai dinding sekunder lebih dari tiga lapisan. Ada yang mengguakan istilah dinding tersier untuk lapisan adal dinding sekunder.
 Menurut Frey Wyssling 1976, lapisan yang paling dalam (Lamela tersier) mempuyai sipat yang berbeda dengan dinding sekunder yang ada. Lamela ini dapat berdiferesiasi menjadi dua lapisan mambran nogenot dan lapisan yang penuh dengan bentil (Mulyani, sri, E.,S. 2006).

2.2. Bentuk Dinding Sel
Selama metosis, pada telefase, fragmoplas meluas dan membentuk barisan atau deretan. Pada waktu yang sama, di daerah ekuator di bentuk cawan sel, yang dihasilkan oleh protoplas baru yang mulai membentuk fragmoplas dibagian dalam. Diaerah bentuk cawan sel, mikrotubuhla fragmoplas tidak tampak. Semakin meluas cawan sel, mikrotubula fragmoplas semakinmendekati simakin mendekati dinding sel yang membelah, inti sel muda akan mencapai tahap tertentuh dalam pembentukan dinding inti dan andk inti. Apabila cawan sel sudah mencapai semua bagian dinding sel yang membelah, fragmoplas akan lenyap. Pada tahap ini, kekentalan cawan sel meningkat dan secara tahap cawan sel akan berubah bentuk menjadi senyawa antar sel atau lemale tengah (Mulyani, sri, E.,S. 2006).

2.3 Struktur Halus Dinding
Terutama dinding sel sekunder, pada ahir abad ini sangat intensif di pelajari. Bayak penelitian dilakukan  karena pentingnya serabut dalam industri. Penelitan dilakukan secra marfologis dan pendekatan secara fisikokimia. Dengan memaduhkan hasil kedua bidang ini, di peroleh gambar gak gelas oleh struktur halus dinding sel (Mulyani, sri, E.,S. 2006).

2.4 Mambran Sel
Satu sipat sel yang universal adalah mambran pembatas di luar. Mambran sel ini berguna untuk intrafase antar masing-masing dibagian sel dan fluida cair yang membasahi sumua sel mambran sel demikian tipisnya sehingga hanya dapat divisualisaikan dengan perbesaran tinggi yang dicapai oleh mikroskop elektron (Soertermi, T.1983).

2.5 Nukleus
Nukles dibatsi oleh sepasang mabran. Selubung yang terbentuk itu tidak sinabung., tetapi seperti tampak. Mengadung pori-pori. Hal ini boleh jadi memungkinkan bahan-bahan teralalu-lalang dari nukleus. Didalm mambran nuklir terdapat medium tengah cairan (semifludia) yang didalam kromosom  tersuspesi. Biasanya kromosom ini  tampak sebagai struktur memanjang dan tidak mudah diamti dengan mikroskop cahaya. Dalm keadaan seperti biasa disebut kromatik.
Bilamana suatu sel tiap membelah diri menjadi dua sel,kromosom itu tampak berubah. Benang tipis yang panjang menggulang  menjadi benda yang memadat, yang dengan bantuan pewarnaan yang sesuai dapat tampak dengan mudah dengan mikrroskop cahaya. Selama proses pembelahan itu, kromosom tersebar dalam jumblah yang tepat semakin kedalm dua sel anak. Secara kimia, kromosom itu terjadi dari DNA dan protein belum pasti benar kromosom tunggal hanya satu menjadi satu molekul DNA ataukah banyak tetapi yang pertama itu adalah yang paling benar (Soertermi, T.1983).

2.6. Sitoplasma
Istilah sitoplasma secara tradisional digunakan untuk memberi segalah sesuatu didalam sel kecuali nukleus. Pada awal mula sitologi, ketika sangat sedikit yang di ketahui oleh organisasi matrial diluar nukleus, maka istilah tersebut sangat berguna. Namun dengan metode-metode ya ng di perbaiki untuk mempelajari sel, maka di ketahui kerumitan yang laur biasa yang dapat di struktur –struktur yang terdspat di daerah sitoplasma. Miroskopi elektron mrnyikapkan pola-pola luas bagi mambran dan kompertemen yang dibatasi mambran didalam sitoplasma. Struktur yang dibatsi oleh dengan jelas dinamai organel (Soertermi, T.1983).

2.7 Mitokondria
Mitokondria adalah benda-benda bulat atau bentuk tongkat yang ukuran terkisar antar 0,2 mm-0,5 mmjumblah dalam sel beragam tetapi sel-sel akt (seperti misalnya sel hati ) dapat mengandung lebi dari seribu  banyaknya. Walau mitokondria yang lebih besar tampak dengan mikroskop cahaya., hanya mikroskop elektron yang dapat menyikapkan struktur dasarnya. Mikrograf elektron menunjukan bahwa setiap mitokondria dibatasi oleh mambran ganda. Mambran luar merupakan batas halustak putus-putus bagi mitokondria itu. Mambran dalam berulang-ulang di perluas menjadi lapisan-lapisan yang amsuk kedalam ruang mitokondria tersebut. Lipatan dalam yang seperti rak ini dinamai kristal (Soertermi, T.1983).

2.8 Retilkum Endoplasma
Relilkum endoplasma adalah sistem sangat luas mambran di dalam sel. Pada praparat sel irisan dengan mikroskop elektron tampak mambran itu berpasang-pasangan, emilputi rongga-rongga dan tabung pipih. Ruabg yang terkurung ini mungkin saling  berhubungan. Mambran-mabran yang mempuyai struktur lipid –protein yang sama dengan adanya pada mambran lain sel tersebut.setiap mambran pada retilkum indoplasma memiliki satu permukaan yang menghadap sitosol dan satu algi menhadapat rongga tersebut (Soertermi, T.1983).

2.9. Ribosom
Merupakan partikel kecil dengan diameter 17-20 nm. Terdapat bebas didalm sitoplasma didalm RE dan didalam inti , kroloplasdan moitokondria. Ribosom yang mengupal dalam suatu kelompok disebut poliribosom atau pilisom. Yang berfungsi sebagai sitesi protein  misalnya pembentukan rantai polipeptida dari asam amino. Informasi urutan asam amino dan rantai pelipeptida dibawah dari inti RNA duta. RNA duta berikatan dengan ribosom, informasi yang terdapat didalm sitoplasma (Mulyani, sri, E,.S. 2006).

2.10. Plastida
Plastida adalah organel yang khas pada sel tumbuhan  dan tidak  terdapat dalam sel hewan. Bentuk, ukuran, pigmentasinya bermcam-macam. Plastida yang penting adalah kroloplas, kromoplas, dan leukoplas. Kloroplas adalah platisida yang hujau karena pigmen yang dominan adalah krolopil.kroloplas biasanya berwarna kuning , oranye atau merah karena adanya pigmen. Kroloplas byak ditemukan mahkota bunga, buah masak, dan beberapa akar (misal wartel). Leukoplas adalah plastida yang tidak mengandung pigmen, dan biasanya terdapat didalam jaringan yang tidak terkena sinar. Leukoplas banyak digunakan untuk menghasilakan metabolisme (Mulyani, sri, E,.S. 2006).


2.11.Sel
Setiap sel memiliki mambran plasma yang membatasi bagian dalam sel dengan lingkungan externalnya. Bagian dalam sel terdiri atsa sitoplasma dan bagian yang paling dalam adalah DNA. Archaea dan bakteri Sel prokariotik, yang memiliki (jika ada) hanya sedikit komponen dalam mabran sel. Secara umum keduanya merupakan sel yang mempunyai struktur terkecil dan paling sederhana. Sel plastista, tumbuhan, fungi atau jamur dan hewan adalah sel eukariota. Semua selnya memiliki inti (nukleus) dan komponen dalam mambran sel. Sel keempatnya berada dalam jenis dan fungsi komponen sel (Lisa, Starr., dkk. 2012).

2.12. Mambran Nukleus
Mamabran nukleus atau amplop nukleus, mengandung dua lipit bilayer yang terlipat bersama sebagai mambran tunggal. Lapisan diluar balayer terhubung dengan organel lain, RE. Jenis  protein mambran yang berbeda melekat dalam lipid balayer  beberapa di antaranya berupa resepotor dan dan transporter, sedangkan protein lain beragregasi membentuk pori dalam mambran. Molekul dan struktur ini bekerja sebagai sistem transpor sebagai molekut yang melawan mambran inti (Lisa, Starr., dkk. 2012).

2.13. Lisosom
Lisosom berfungsi sebagai pusat sampah dan tempat daur ulang. Enzim didalamnya memcah molekul besar menjadi subunit yang lebih kecil yang dapat digunakan  sel sebagai materi penyusun atau dibuang . jenis molekul berbeda akan dipecah oleh enzim lisosom yang berbeda. Sebagsi contoh sel terus membentuk, meggunakan, dan memecah ganglisida (sejenis lipid) siklus lipid meningkat terutama pada awal perkembangan
(Lisa, Starr., dkk. 2012).
2.14  vasikel
Vasikel ialah ornagel seperti kantung ysng kecil dan penutup mambran. Oraganel ini terbentuk dalam jumblah besar, dalam berbagai jenis: bentuk sendiri atau bertunas dari organel lain atau mambran plasma. Banyak  jenis vasikel mentrapor zat dari organel yang satu keoraganel yang lain atau masuk keluar mambran plasma. Jenis lain yang mempunyai fungsi yang berbeda, contohnya, prokozima mengandung ezim yang mencernah asam lemak dan asam amino (Lisa, Starr., dkk. 2012).

2.15 Organsasi Sel
Secara struktur terdapat dua jenis sel, yaitu sel Prokariotikdan sel Eurokriotik. Walaupun jauh sederhanan, sel prokriotik termasuk bakteri dan archea, namun ukuran sebih kecil dan manpu struktur sederhanan terdapat sel eukariotik. Perbedaan utama anatara kedua jenis sel itu adalah bahwa materi genetic DNA, sel prokariotik tidak terletak dalam suatu struktur mambran ganda yang disebut nuklesus. Sedangakn eurokariotik, semua materi genetiknya terdapat pada molekul DNA, yang terdapat sebagai kromosom.  Skromosom adalah struktur-struktur lenier yang berjumblah cukup banyak yang terletak dalam nuleus (Raul J., Cano., dkk. 2006).
Sel eukariotik juga mempunyai organel-organel bermambran lain didalam sitoplasma ( suatu daerah antara nucleus dan mambran plasma). Struktur-struktur subseluler ini mempunyai fungsi dan struktur dan fungsi dan amat beragam. Sebagian besar eukariotik mempunyai mitokondria, yang mengandung enzim dan mekanisme untuk repriasi eurob dan fosforilasi akidatif. Dengan demikian fungsi mitokondria adalah menghsilkan ATP (Adenosin Trifosfat, suatu utama pertukaran  energy yang terjadi dalam sel. Organel ini dikelilingi oleh mambran ganda (Raul J. Cano,dkk. 2006).
2.15.1  Struktur
struktur yng diamati di bawah ini dalah mikroskop cahaya(MC). Terdiri dari empat komponen ;
a. Mambran
b.Plasma
c. Inti
d. Organel
Mambran atau selaput sel disebut juga plamalemma. selaput luar sel yang tipis ( 7,5 um) sehingga selaput sulit sekali data diamati di bah MC. Plasma atau cairan sel secra populr sitoplasm, untuk mrmbedakan plasma darah. Ncairan yang mengisi sel. Didalam  sitoplasma terendam sebagi alat sel  ; organel  atau mikroongen dan inti. Inti sel (nucleus atau karyon ) dipisahkan dari sitoplasma oleh selaput yang tebal dari pada mambran sel sendiri. Inri mengandung cairan lebih kental dari sitoplasma, disebut nukleoplasma karyoplasma dari kata nueleus artinya inti (latin) dan karyo artinya juga inti ( latin).Protoplasma yang disebut Purkinye dan  Von Mohl adalah sitoplasma dan Nukleoplsma (Tarsito.1996).
2.15.2 Bentuk
pada mahluk hidup bebas dan bersel tunggal mikroba bentuk dasar sel ialah bundar. Oleh pengaruh gerakan dan cara hidup bentuk asli ini berubah menjdai lonjong atau penggepen, sedangkan pada amoebabentuk itu menjadi tetap. Pada mahluk bersel banyak bentuk dasar itu kubus. Bentuk berubah dari yang asli oleh factor letak dan sipat (Tarsito.1996).
2.15.3 Ukuran
Ukuran sel dalam um,, karena itu hanya dapat terlihat dengan mikroskop. Besarnya berkisar 0,1 dan 100 um. Sel terkecil dinal dengan mycoplasma, di sebut juga PPLO ( Pleuro Pleunonia Like Organism). Ada menggolongkan pada bakteri karena itu adalah bakteri kecil. Sel terbesar terkenal terlur (ovum). Ovum itu berukuran besar karena mengandung :
a.    Butiran cadangan makanan (deutoplasma yolk )
b.    Selaput pelindung
Maka banyak makanan cadabgan makin besar sel, semakin tebal selaput pelindung pun begitu. Oum terbesar dikenal dengan telur burung, menyampai rekor pada telur ostrich ( burung unta). Ber o 15cm . telur burung itu dibandingkan dengan telur Ovum orang o 0,1 mm (Tarsito.1996).

2.15.4 Banyak
Mahluk dapat dibagi menjadi dua kelompok melihat pada banyak  dalam tubuh
a.   Uniseluler
b.   Multiseluler
Mahluk Uniseluler atau bersel tunggal tubuhnya terdiri dari satu sel saja. Semua dimasukan dalam kelompok besar mahluk reknik , protita. Terdiri dari bakteri, protozoa, dan ganggang serta jamur bersel tunggal ( ganging biru, ganging hijau, gnagang kreksik, ragi). Mahluk Multiseluler atau bersel banyak tubuh terdiri dari bayak sel  (Tarsito.1996)   





















BAB  III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada hari jum’at, tanggal 24 November  2015 pukul 10:00-11:30 WIB.Bertempat di laboratorium biologi fakultas tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.


3.2. Alat dan Bahan
 3.2.1. Alat
a. Meytilen blue
b. Mikroskop
c. Genia Violet 1%
d. Sonde lapis
e. Pisau silet
f. Deck glass
g. Objek glass      

 3.2.2. Bahan
a. Bawang merah  (Alium Cape)
b. Kapas (gossyium sp.)
c. Kapuk (caiba petadra)
d. Gambus (manihot untilisima)
f. Sel epitelium pipi
g. Aquades






3.2.3. Cara Kerja
a. ambil lapiasan bawang, kambus, dan Rheodiscolor bagian
yang paling tipis
b. buat setipis mungkin lalu letakan seyetan diatas objek glass dan beri 2-3
tetesan meytishilen blue
c..kemudian amati di mikroskop dengan tekan kecil kemudian
 dengan tekan besar
d.gambar dan beri keterangan
























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1      Hasil
No
Perbesaran
Gambar
Keterangan
1














1.      Inti sel
2.      Susunana bata
3.      Garis panjang yang ada rongga
4.      Dinding sel
5.      Sitoplasma
2














1.      Dinding sel
2.      Mambran sel
3.      Sitoplasma
4.      Bentuk segi enam 
dan persegi pajang lancip
3











1.      Dinding sel
2.      Terdapat krolopil
3.      Pigmen unggu
4.      Berbentuk segi enam


4.2      Pembahasan
Pada pengamatan selaput bagian dalam bawang merah pada mikroskop terlihat sel-sel bawang mearah uang berlapis-lapis pada sel bawang merah terdapat organel-organel sel seperti sitoplasama, dinding sel dan nueleus. Dinding sel berfungsi melindungi dan memberi bentuk pada sel. Nukleusnya berbentuk oval dan merupan organ terbesar dalam sel. Plastisida berupa butir-butir yang mengandung zat warna (unggu).

Sel epidermis bawang merah mempunyai dinding sel berbentuk tidak beraturan ada yang berbentuk segi enam  ya ng memanjang dan ada yang segi empat yang memanjang. Sel epidermis bawang merah mempunyai bentuk yang tetap dan tidak berubah-ubah karena di dialam dinding sel terdapat dinding sel. Sel epidermis bawnag merah tersusun oleh ;
a.     Dinding sel
       Dinding sel merupakan lapisan kaku dan kuat yang mengelilingi beberpa dinding sel. Fungsi utama dari dinding sel adalah untuk memberikan kekakuan, kekuatan, dukungan struktural  pelindungan terhadap stres mikanik han infeksi.
b.    Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian sel yang meliputi sumua materi yang ada di antra mambran sel dan inti sel atau nuleus. Sitoplasma merupakan salah satu bagian terutama dalam sel yang, memiliki peran dalam biosintesis dan biogenetika. Sitoplasma terdiri dari dua bagian yaitu bagian luar (ektoplasma) dan bagian dalam (endoplasma)
c.    Inti sel
Inti sel adalah organel yang di temukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein fungsi utama fungsi inti sel untuk menjaga intigritas gen-gen tersebut an mengontrol aktifitas sel. Dengan mengelolah ekspresi gen.
Jaringan gabus merupakan jaringan tersusun dari sel-sel parenkim. Sel gabus bentuknya memanjang dengan dinding bergabus. Sel gabus mempuyai bentuk yang tetap tidak beruabah-ubah karena mempunyai dinding sel. Sel gabus hanya tersusun oleh dinding sel.
Sel Rhoeo Discolor bentuk segi enam, Jarak antara dinding sel sangat rapat dan menyentuh satu sama lain dari sel Rhoeo Discolor memiliki pigmen warna unggu dan selnya mempunyai bentuk tetap dan tidak berubah.
Menurut Frey Wyssling 1976, lapisan yang paling dalam (Lamela tersier) mempuyai sipat yang berbeda dengan dinding sekunder yang ada. Lamela ini dapat berdiferesiasi menjadi dua lapisan mambran nogenot dan lapisan yang penuh dengan bentil
Menurut Soertermi, T. (1983)Satu sipat sel yang universal adalah mambran pembatas di luar. Mambran sel ini berguna untuk intrafase antar masing-masing dibagian sel dan fluida cair yang membasahi sumua sel mambran sel demikian tipisnya sehingga hanya dapat divisualisaikan dengan perbesaran tinggi yang dicapai oleh mikroskop elektron.



BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pada sel gabus, sel bawang merah, dan Rhoeo Discolor terdapat banyak perbedaan baik dari segi bentuk selnya maupun dari intinya. Bentuk dari sel gabus adalah segi enam dan persegi panjang lancip, sedangkan sel bawang merah mempuyai inti sel yang bentuknya seperti susunan bata, garis-garis panjang yang ada rongganya.Sel epidermis bawang merah tersusun oleh dinding sel, sitoplasma dan inti sel. Sedangkan sel gabus  hanya mempuyai dinding sel, mambran sel, dan sitoplasma, tidak memiliki inti sel. Bentuk Rhoeo Discolor segi enam, jarak antara dinding sel berdekatan menyatuh  terdapat krilofil dan figmen unggu.


5.2 Saran
Sebaiknya penjelasan yang disamapaikan oleh asdos dicatat dan di tulis. Asdospun menjelaskan harus kearah tengah depan supaya terlihat oleh semua mahasiswa.Dan cara pratikum yang kami lakukan tidak tahu cara mengunakan alat secara pratikum, kalau secara fungsinya mungkin sebagian mahasiswa UIN Raden fatah palemabang khususnya dalam pendidikan biologi sudah mengahaui










DAFTAR PUSTAKA

Lisa Starr,dkk.2012.kesatuan dan keragaman mahlukhidup: Jakarta.
Mulyani Seri E.S.2006 antropologi tumbuhan: Yoyakarta
Soertermi T.1983. Biologi :jakarta
Tarsito.1996.biologi se:.bandung
Cano Raul J.dkk.2006.biologi molekuler dan sel:. jakarta


Tidak ada komentar:

Posting Komentar