LAPORAN PRATIKUM 4
PENGAMATAN
SEL
Oleh
Syahirul Alim
(1512220022)
Dosen Pembimbing
Irham Falahudin,M.Si
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN
KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI
RADEN ( UIN ) FATAH
PALEMBANG
2015
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sel berasal dari cellula yang
pertama kali digunakan Robent hooke pada tahun 1665. Hooke memberikan istilah
ini untuk ruang kecil yang di batasi oleh dinding, yang dilihatnya pada sel
gambus. Selanjutnya, ia mengamati jaringan tumbuhan yang lain dan melihat bahwa
sel-selnya berisi cairan. Senywa di dalam sel yaitu sitoplasma, di temukan
beberapa saat sesudahnya. Pada tahun 1880, Hanstein mengunakan istilah
protoplas untuk menyebut unit protoplasma yang terdapat dalam suatu sel.
Ia juga menyusulkan istilah
protoplas untuk mengantiakan istilah sel, tetapi tidak dpat di terima. Pada
tumbuhan, yang meliputi sel protoplas dan dinding selnya. dulu, dinding sel
diangap sebagai eksresi tidak hidup dari suatu sel hidup. Namun hasil penelitian
menekankan bahwa dinding sel dan protoplasma, khususnya pada sel muda,
merupakan suatu kesatuan organik yang bersama-sama membentuk unit hayati.
Pada tahun 1831, Robert
Brown menenukan inti didalam sel epidermis tumbuhan anggrek. Pda tahun 1846,
Hugo Von Mohl membedadan antara protoplasma dan cairan sel. Pada tahun 1862
Koliker memperkenalkan istilah cytiplasma.
Dari ahir abda ke-19 dan selama abad ke-20, penelitian tentang sel berkembang
dengan cepat, bhkan sekarang sitologi sudah berkembang jadi ilmu tersendiri. (
Seri, Mulyani E.S, 2006 ).
Sel adalah unit terkecil yang menujukan suatu sipat yangdihubumgkan
dengan kehidupan. Suatu sel harus memperoleh energi dari luar untuk mdigunakan
dalam proses-proses vitalnya, misalnya pertumbuhan, perbaikan , dan peroduksi.
Semua reaksi kimiawi dan fisikayang terjadi dalam sel untuk mendukung
funsi-fingsi tersebut disebut metobolisme. Reaksi metabalik dikatalisis oleh enzim.
Enzim adalah molekul protein yang dapat mempercepat terjadinya reaksi biokimia
tampa diubah secara permanen atau di konsumsi dalam proses tersebut ( Rahul
J.cano. 2006)
Sel adalah unit dasar suatu organisme.
Pada organisme multisel, sel semata-mata tidak mengelompok, tetapi di hubungkan
dan dikordinasi dalam satu keseluruhan yang harmonis. Ukuran bentuk, sturtur
dan fungsi sel bermacam-macam. Ada yang berkuran dalam mikron sehingga
sentimeter, misalnya pada seraburat tumbuhan tertentu. Ada sel yang memilki
organisasi internal sederhana, tetapi ada juga yang rumit. Ada sel yang
mempunyai banyak fungsi, tapi ada juga sel yang mempunyai fungsi khusus.
Adanya dinding pada sel tumbubuhan
merupan ciri penting yang membedakannya dengan sel hewan. Didinding sel di
temukan pada abad ke-17 sebelum di temukannya protoplas. Sejak itu ada banyak
peneliti di berbagai metode, baik secra kimia fisika., maufpun marfologi.
Penelitian didukung oleh dalam kemajuan dalam bidang kimia organik, sinar x,
pengguna mikroskop cahaya, dan mikroskop penolaran, bahkan ahir-ahir ini dengan
mikroskop elektron.
Setelah hampir 200 tahun dari
penemuannya, sel diangap sebagai bagian sistem mambran dalam organisme
multisel. Tidak dipisahkan, hingga tahun 1820-an, pengembangan lensa peat
menyebabkan pengamatan yang lebuh teliti terhadap sel. Robert Brown ahli
biologi menukan nuleus sel tumbuhan. Matthias Sclenden memiliki hipotesis bahwa
bahwa satu sel tumbuhan satu unit kehidupan saat sel tersebut menjadi bagian
tumbuhan. Kemudian membandingkan dengan ahli Zoologi Theodor Schawan dan
keduanya menyimpulkan bahwa jarigan hewan dan tumbuhan tersusun dari sel dan
produk sel. Mereka mengetahui bahwa sel memiliki kehidupan saat bagian dari
multisel.
1.2. Tujuan Praktikum
Adapun tujuan pratikum pengamatan sel yaitu :
a.
Mengetahui perbedaan ciri pokok antara
sel hewan dan sel tumbuhan
b.
Mengetahui perbedaan ciri pokok antara
sel hidup dan sel mati
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1.Dinding Sel
Berdasarkan pekembangan dan struktur jaringan
tumbuhan dapat ibedakan tiga lapisan dinding sel.
a. Lamela tengah atau lapisan antar sel atau senyawa antarsel. Lamela
tengah terdapat dianatara dua dinding primer dan dua sel yang merupakan senyawa
yang tampa bentuk amorf. Lamela tengah terdiri atas pektin. Enzim pektinase dengan reagen kimia yang
dapat melarut pektinmenyebabkan caringan terurai (disitegrasi) menjadi sel individual.prosedur itu di sebut maserasi
(maceration).
b. Dinding primer adalah dinding sel pertama yang berkembang pada sel
baru. Kebayakan sel mempunyai dinding primer, sedangkan lamela tengah hanya
merupakan senyawa anarsel yang tidak berdipat dinding. Diding primer merupkan
bagian dindidng sel yang berkembang dalam sel selama masih mengadakan
pertumbuhan.
c. Diding skunder
dibentu sebelah dlam dinding primer. Sebgian besar sel
trakaida dan serabut mempunyai tiga lapis dinding sekunder, yaitu lapisan luar,
lapisan tengah dan lapisan dalam. Di anara lapisan ketiga ini, biasanya lapisan
tengahpaling tebal. Ada juga sel yang mempunyai dinding sekunder lebih dari
tiga lapisan. Ada yang mengguakan istilah dinding tersier untuk lapisan adal
dinding sekunder.
Menurut Frey
Wyssling 1976, lapisan yang paling dalam (Lamela tersier) mempuyai sipat yang
berbeda dengan dinding sekunder yang ada. Lamela ini dapat berdiferesiasi menjadi
dua lapisan mambran nogenot dan lapisan yang penuh dengan bentil (Mulyani, sri,
E.,S. 2006).
2.2. Bentuk Dinding Sel
Selama metosis, pada telefase, fragmoplas meluas dan membentuk barisan atau deretan.
Pada waktu yang sama, di daerah ekuator di bentuk cawan sel, yang dihasilkan
oleh protoplas baru yang mulai membentuk fragmoplas dibagian dalam. Diaerah
bentuk cawan sel, mikrotubuhla fragmoplas tidak tampak. Semakin meluas cawan
sel, mikrotubula fragmoplas semakinmendekati simakin mendekati dinding sel yang
membelah, inti sel muda akan mencapai tahap tertentuh dalam pembentukan dinding
inti dan andk inti. Apabila cawan sel sudah mencapai semua bagian dinding sel
yang membelah, fragmoplas akan
lenyap. Pada tahap ini, kekentalan cawan sel meningkat dan secara tahap cawan
sel akan berubah bentuk menjadi senyawa antar sel atau lemale tengah (Mulyani,
sri, E.,S. 2006).
2.3 Struktur Halus Dinding
Terutama dinding sel sekunder, pada ahir abad ini
sangat intensif di pelajari. Bayak penelitian dilakukan karena pentingnya serabut dalam industri.
Penelitan dilakukan secra marfologis dan pendekatan secara fisikokimia. Dengan
memaduhkan hasil kedua bidang ini, di peroleh gambar gak gelas oleh struktur
halus dinding sel (Mulyani, sri, E.,S. 2006).
2.4 Mambran Sel
Satu sipat sel yang universal adalah mambran
pembatas di luar. Mambran sel ini berguna untuk intrafase antar masing-masing
dibagian sel dan fluida cair yang membasahi sumua sel mambran sel demikian
tipisnya sehingga hanya dapat divisualisaikan dengan perbesaran tinggi yang
dicapai oleh mikroskop elektron (Soertermi, T.1983).
2.5 Nukleus
Nukles dibatsi oleh sepasang mabran. Selubung yang
terbentuk itu tidak sinabung., tetapi seperti tampak. Mengadung pori-pori. Hal
ini boleh jadi memungkinkan bahan-bahan teralalu-lalang dari nukleus. Didalm
mambran nuklir terdapat medium tengah cairan (semifludia) yang didalam kromosom
tersuspesi. Biasanya kromosom ini
tampak sebagai struktur memanjang dan tidak mudah diamti dengan
mikroskop cahaya. Dalm keadaan seperti biasa disebut kromatik.
Bilamana suatu sel tiap membelah diri menjadi dua
sel,kromosom itu tampak berubah. Benang tipis yang panjang menggulang menjadi benda yang memadat, yang dengan
bantuan pewarnaan yang sesuai dapat tampak dengan mudah dengan mikrroskop
cahaya. Selama proses pembelahan itu, kromosom tersebar dalam jumblah yang
tepat semakin kedalm dua sel anak. Secara kimia, kromosom itu terjadi dari DNA
dan protein belum pasti benar kromosom tunggal hanya satu menjadi satu molekul
DNA ataukah banyak tetapi yang pertama itu adalah yang paling benar (Soertermi,
T.1983).
2.6. Sitoplasma
Istilah sitoplasma secara
tradisional digunakan untuk memberi segalah sesuatu didalam sel kecuali
nukleus. Pada awal mula sitologi, ketika sangat sedikit yang di ketahui oleh
organisasi matrial diluar nukleus, maka istilah tersebut sangat berguna. Namun
dengan metode-metode ya ng di perbaiki untuk mempelajari sel, maka di ketahui
kerumitan yang laur biasa yang dapat di struktur –struktur yang terdspat di
daerah sitoplasma. Miroskopi elektron mrnyikapkan pola-pola luas bagi mambran
dan kompertemen yang dibatasi mambran didalam sitoplasma. Struktur yang dibatsi
oleh dengan jelas dinamai organel (Soertermi, T.1983).
2.7 Mitokondria
Mitokondria adalah benda-benda bulat atau bentuk
tongkat yang ukuran terkisar antar 0,2 mm-0,5 mmjumblah dalam sel beragam
tetapi sel-sel akt (seperti misalnya sel hati ) dapat mengandung lebi dari
seribu banyaknya. Walau mitokondria yang
lebih besar tampak dengan mikroskop cahaya., hanya mikroskop elektron yang
dapat menyikapkan struktur dasarnya. Mikrograf elektron menunjukan bahwa setiap
mitokondria dibatasi oleh mambran ganda. Mambran luar merupakan batas halustak
putus-putus bagi mitokondria itu. Mambran dalam berulang-ulang di perluas
menjadi lapisan-lapisan yang amsuk kedalam ruang mitokondria tersebut. Lipatan
dalam yang seperti rak ini dinamai kristal (Soertermi, T.1983).
2.8 Retilkum Endoplasma
Relilkum endoplasma adalah sistem sangat luas
mambran di dalam sel. Pada praparat sel irisan dengan mikroskop elektron tampak
mambran itu berpasang-pasangan, emilputi rongga-rongga dan tabung pipih. Ruabg
yang terkurung ini mungkin saling
berhubungan. Mambran-mabran yang mempuyai struktur lipid –protein yang
sama dengan adanya pada mambran lain sel tersebut.setiap mambran pada retilkum
indoplasma memiliki satu permukaan yang menghadap sitosol dan satu algi
menhadapat rongga tersebut (Soertermi, T.1983).
2.9. Ribosom
Merupakan partikel kecil dengan diameter 17-20 nm.
Terdapat bebas didalm sitoplasma didalm RE dan didalam inti , kroloplasdan
moitokondria. Ribosom yang mengupal dalam suatu kelompok disebut poliribosom
atau pilisom. Yang berfungsi sebagai sitesi protein misalnya pembentukan rantai polipeptida dari
asam amino. Informasi urutan asam amino dan rantai pelipeptida dibawah dari
inti RNA duta. RNA duta berikatan dengan ribosom, informasi yang terdapat
didalm sitoplasma (Mulyani, sri, E,.S. 2006).
2.10.
Plastida
Plastida adalah organel yang khas pada sel
tumbuhan dan tidak terdapat dalam sel hewan. Bentuk, ukuran,
pigmentasinya bermcam-macam. Plastida yang penting adalah kroloplas, kromoplas,
dan leukoplas. Kloroplas adalah platisida yang hujau karena pigmen yang dominan
adalah krolopil.kroloplas biasanya berwarna kuning , oranye atau merah karena
adanya pigmen. Kroloplas byak ditemukan mahkota bunga, buah masak, dan beberapa
akar (misal wartel). Leukoplas adalah plastida yang tidak mengandung pigmen,
dan biasanya terdapat didalam jaringan yang tidak terkena sinar. Leukoplas
banyak digunakan untuk menghasilakan metabolisme (Mulyani, sri, E,.S. 2006).
2.11.Sel
Setiap sel memiliki mambran plasma yang membatasi
bagian dalam sel dengan lingkungan externalnya. Bagian dalam sel terdiri atsa
sitoplasma dan bagian yang paling dalam adalah DNA. Archaea dan bakteri Sel prokariotik, yang memiliki (jika ada)
hanya sedikit komponen dalam mabran sel. Secara umum keduanya merupakan sel
yang mempunyai struktur terkecil dan paling sederhana. Sel plastista, tumbuhan,
fungi atau jamur dan hewan adalah sel eukariota. Semua selnya memiliki inti
(nukleus) dan komponen dalam mambran
sel. Sel keempatnya berada dalam jenis dan fungsi komponen sel (Lisa, Starr., dkk. 2012).
2.12.
Mambran
Nukleus
Mamabran nukleus atau amplop nukleus, mengandung dua
lipit bilayer yang terlipat bersama sebagai mambran tunggal. Lapisan diluar
balayer terhubung dengan organel lain, RE. Jenis protein mambran yang berbeda melekat dalam
lipid balayer beberapa di antaranya
berupa resepotor dan dan transporter, sedangkan protein lain beragregasi
membentuk pori dalam mambran. Molekul dan struktur ini bekerja sebagai sistem
transpor sebagai molekut yang melawan mambran inti (Lisa, Starr., dkk. 2012).
2.13.
Lisosom
Lisosom berfungsi sebagai pusat sampah dan tempat
daur ulang. Enzim didalamnya memcah molekul besar menjadi subunit yang lebih
kecil yang dapat digunakan sel sebagai
materi penyusun atau dibuang . jenis molekul berbeda akan dipecah oleh enzim
lisosom yang berbeda. Sebagsi contoh sel terus membentuk, meggunakan, dan
memecah ganglisida (sejenis lipid) siklus lipid meningkat terutama pada awal
perkembangan
(Lisa, Starr., dkk. 2012).
2.14 vasikel
Vasikel ialah ornagel seperti kantung ysng kecil dan
penutup mambran. Oraganel ini terbentuk dalam jumblah besar, dalam berbagai
jenis: bentuk sendiri atau bertunas dari organel lain atau mambran plasma.
Banyak jenis vasikel mentrapor zat dari
organel yang satu keoraganel yang lain atau masuk keluar mambran plasma. Jenis
lain yang mempunyai fungsi yang berbeda, contohnya, prokozima mengandung ezim
yang mencernah asam lemak dan asam amino (Lisa, Starr., dkk. 2012).
2.15 Organsasi Sel
Secara struktur terdapat
dua jenis sel, yaitu sel Prokariotikdan sel Eurokriotik. Walaupun jauh
sederhanan, sel prokriotik termasuk bakteri dan archea, namun ukuran sebih
kecil dan manpu struktur sederhanan terdapat sel eukariotik. Perbedaan utama
anatara kedua jenis sel itu adalah bahwa materi genetic DNA, sel prokariotik tidak
terletak dalam suatu struktur mambran ganda yang disebut nuklesus. Sedangakn
eurokariotik, semua materi genetiknya terdapat pada molekul DNA, yang terdapat
sebagai kromosom. Skromosom adalah
struktur-struktur lenier yang berjumblah cukup banyak yang terletak dalam
nuleus (Raul J., Cano., dkk. 2006).
Sel eukariotik juga
mempunyai organel-organel bermambran lain didalam sitoplasma ( suatu daerah
antara nucleus dan mambran plasma). Struktur-struktur subseluler ini mempunyai
fungsi dan struktur dan fungsi dan amat beragam. Sebagian besar eukariotik
mempunyai mitokondria, yang mengandung enzim dan mekanisme untuk repriasi eurob
dan fosforilasi akidatif. Dengan demikian fungsi mitokondria adalah menghsilkan
ATP (Adenosin Trifosfat, suatu utama pertukaran energy yang terjadi dalam sel. Organel ini dikelilingi
oleh mambran ganda (Raul J. Cano,dkk. 2006).
2.15.1 Struktur
struktur yng diamati di bawah ini dalah mikroskop cahaya(MC). Terdiri
dari empat komponen ;
a. Mambran
b.Plasma
c. Inti
d. Organel
Mambran atau selaput sel
disebut juga plamalemma. selaput luar sel yang tipis ( 7,5 um) sehingga
selaput sulit sekali data diamati di bah MC. Plasma atau cairan sel secra populr sitoplasm, untuk
mrmbedakan plasma darah. Ncairan yang mengisi sel. Didalam sitoplasma terendam sebagi alat sel ; organel
atau mikroongen dan inti. Inti sel (nucleus atau karyon ) dipisahkan
dari sitoplasma oleh selaput yang tebal dari pada mambran sel sendiri. Inri
mengandung cairan lebih kental dari sitoplasma, disebut nukleoplasma
karyoplasma dari kata nueleus artinya inti (latin) dan karyo artinya
juga inti ( latin).Protoplasma yang disebut Purkinye dan Von Mohl adalah sitoplasma dan Nukleoplsma
(Tarsito.1996).
2.15.2 Bentuk
pada mahluk hidup bebas dan bersel tunggal mikroba bentuk dasar
sel ialah bundar. Oleh pengaruh gerakan dan cara hidup bentuk asli ini berubah
menjdai lonjong atau penggepen, sedangkan pada amoebabentuk itu menjadi tetap.
Pada mahluk bersel banyak bentuk dasar itu kubus. Bentuk berubah dari yang asli
oleh factor letak dan sipat (Tarsito.1996).
2.15.3 Ukuran
Ukuran sel dalam um,, karena itu hanya dapat terlihat dengan mikroskop.
Besarnya berkisar 0,1 dan 100 um. Sel terkecil dinal dengan mycoplasma, di
sebut juga PPLO ( Pleuro Pleunonia Like Organism). Ada menggolongkan pada
bakteri karena itu adalah bakteri kecil. Sel terbesar terkenal terlur (ovum).
Ovum itu berukuran besar karena mengandung :
a. Butiran cadangan makanan (deutoplasma yolk )
b.
Selaput pelindung
Maka banyak makanan cadabgan
makin besar sel, semakin tebal selaput pelindung pun begitu. Oum terbesar
dikenal dengan telur burung, menyampai rekor pada telur ostrich ( burung
unta). Ber o 15cm . telur burung itu dibandingkan dengan telur Ovum orang o 0,1
mm (Tarsito.1996).
2.15.4 Banyak
Mahluk dapat dibagi menjadi dua kelompok melihat pada banyak dalam tubuh
a. Uniseluler
b. Multiseluler
Mahluk Uniseluler atau bersel tunggal tubuhnya terdiri dari satu sel
saja. Semua dimasukan dalam kelompok besar mahluk reknik , protita. Terdiri
dari bakteri, protozoa, dan ganggang serta jamur bersel tunggal ( ganging
biru, ganging hijau, gnagang kreksik, ragi). Mahluk Multiseluler atau
bersel banyak tubuh terdiri dari bayak sel
(Tarsito.1996)
BAB III
METODOLOGI
PRAKTIKUM
3.1.
Waktu dan Tempat
Praktikum
dilaksanakan pada hari jum’at, tanggal 24 November 2015 pukul 10:00-11:30 WIB.Bertempat di
laboratorium biologi fakultas tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri
Raden Fatah Palembang.
3.2.
Alat dan Bahan
3.2.1. Alat
a. Meytilen blue
b. Mikroskop
c. Genia Violet 1%
d. Sonde lapis
e. Pisau silet
f. Deck glass
g. Objek glass
3.2.2.
Bahan
a. Bawang merah (Alium Cape)
b. Kapas (gossyium sp.)
c. Kapuk (caiba petadra)
d. Gambus (manihot untilisima)
f. Sel epitelium pipi
g. Aquades
3.2.3. Cara Kerja
a. ambil lapiasan bawang, kambus, dan Rheodiscolor bagian
yang paling tipis
b. buat
setipis mungkin lalu letakan seyetan diatas objek glass dan beri 2-3
tetesan
meytishilen blue
c..kemudian amati di mikroskop dengan tekan kecil
kemudian
dengan tekan
besar
d.gambar
dan beri keterangan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil
|
No
|
Perbesaran
|
Gambar
|
Keterangan
|
|
1
|
|
|
1.
Inti sel
2.
Susunana bata
3.
Garis panjang yang ada rongga
4.
Dinding sel
5.
Sitoplasma
|
|
2
|
|
|
1.
Dinding sel
2.
Mambran sel
3.
Sitoplasma
4.
Bentuk segi enam
dan persegi pajang lancip
|
|
3
|
|
|
1.
Dinding sel
2.
Terdapat krolopil
3.
Pigmen unggu
4.
Berbentuk segi enam
|
4.2
Pembahasan
Pada pengamatan selaput bagian dalam bawang merah
pada mikroskop terlihat sel-sel bawang mearah uang berlapis-lapis pada sel
bawang merah terdapat organel-organel sel seperti sitoplasama, dinding sel dan
nueleus. Dinding sel berfungsi melindungi dan memberi bentuk pada sel.
Nukleusnya berbentuk oval dan merupan organ terbesar dalam sel. Plastisida
berupa butir-butir yang mengandung zat warna (unggu).
Sel epidermis bawang merah mempunyai dinding sel
berbentuk tidak beraturan ada yang berbentuk segi enam ya ng memanjang dan ada yang segi empat yang
memanjang. Sel epidermis bawang merah mempunyai bentuk yang tetap dan tidak
berubah-ubah karena di dialam dinding sel terdapat dinding sel. Sel epidermis
bawnag merah tersusun oleh ;
a. Dinding sel
Dinding sel
merupakan lapisan kaku dan kuat yang mengelilingi beberpa dinding sel. Fungsi
utama dari dinding sel adalah untuk memberikan kekakuan, kekuatan, dukungan
struktural pelindungan terhadap stres
mikanik han infeksi.
b. Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian sel yang meliputi sumua materi yang ada di antra
mambran sel dan inti sel atau nuleus. Sitoplasma merupakan salah satu bagian
terutama dalam sel yang, memiliki peran dalam biosintesis dan biogenetika.
Sitoplasma terdiri dari dua bagian yaitu bagian luar (ektoplasma) dan bagian dalam (endoplasma)
c. Inti sel
Inti sel adalah organel yang di temukan pada sel eukariotik. Organel ini
mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linier
panjang yang membentuk kromosom bersama dengan beragam jenis protein fungsi
utama fungsi inti sel untuk menjaga intigritas gen-gen tersebut an mengontrol
aktifitas sel. Dengan mengelolah ekspresi gen.
Jaringan gabus merupakan jaringan tersusun dari sel-sel parenkim. Sel gabus
bentuknya memanjang dengan dinding bergabus. Sel gabus mempuyai bentuk yang
tetap tidak beruabah-ubah karena mempunyai dinding sel. Sel gabus hanya
tersusun oleh dinding sel.
Sel Rhoeo Discolor
bentuk segi enam, Jarak antara dinding sel sangat rapat dan menyentuh satu sama
lain dari sel Rhoeo Discolor memiliki
pigmen warna unggu dan selnya mempunyai bentuk tetap dan tidak berubah.
Menurut Frey Wyssling 1976, lapisan yang paling
dalam (Lamela tersier) mempuyai sipat yang berbeda dengan dinding sekunder yang
ada. Lamela ini dapat berdiferesiasi menjadi dua lapisan mambran nogenot dan lapisan
yang penuh dengan bentil
Menurut
Soertermi, T. (1983)Satu sipat sel yang universal adalah mambran pembatas di
luar. Mambran sel ini berguna untuk intrafase antar masing-masing dibagian sel
dan fluida cair yang membasahi sumua sel mambran sel demikian tipisnya sehingga
hanya dapat divisualisaikan dengan perbesaran tinggi yang dicapai oleh
mikroskop elektron.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pada sel gabus, sel bawang merah, dan
Rhoeo Discolor terdapat banyak perbedaan baik dari
segi bentuk selnya maupun dari intinya. Bentuk dari sel gabus adalah segi enam
dan persegi panjang lancip, sedangkan sel bawang merah mempuyai inti sel yang bentuknya
seperti susunan bata, garis-garis panjang yang ada rongganya.Sel epidermis
bawang merah tersusun oleh dinding sel, sitoplasma dan inti sel. Sedangkan sel
gabus hanya mempuyai dinding sel, mambran sel, dan
sitoplasma, tidak memiliki inti sel. Bentuk Rhoeo
Discolor segi enam, jarak antara dinding sel berdekatan menyatuh terdapat krilofil dan figmen unggu.
5.2 Saran
Sebaiknya penjelasan yang disamapaikan oleh asdos
dicatat dan di tulis. Asdospun menjelaskan
harus kearah tengah depan supaya terlihat oleh semua mahasiswa.Dan cara
pratikum yang kami lakukan tidak tahu cara mengunakan alat secara pratikum,
kalau secara fungsinya mungkin sebagian mahasiswa UIN Raden fatah palemabang
khususnya dalam pendidikan biologi sudah mengahaui
DAFTAR PUSTAKA
Lisa Starr,dkk.2012.kesatuan dan keragaman mahlukhidup: Jakarta.
Mulyani Seri E.S.2006 antropologi
tumbuhan: Yoyakarta
Soertermi T.1983. Biologi :jakarta
Tarsito.1996.biologi se:.bandung
Cano Raul J.dkk.2006.biologi molekuler dan
sel:. jakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar