LAPORAN
PRATIKUM KE II
PENGENALAN
MIKROSKOP, ALAT OPTIK DAN KAMERA SEBAGAI ALAT BANTU BIOLOGI
Oleh
:
Syahirul
Alim ( 1512220022 )
Dosen
Pembimbing
:
Irham
Falahudin.M.Si
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGRI ( UIN ) RADEN FATAH
PALEMABANG
2015
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Panca
indra manusia mempunyai daya kemampuan daya pisah terbatas oleh karena itu
banyak masalah mengenal benda atau organisme yng akan diamati hanya dapat
dipriksa dengan menggunakan alat bantu. Salah satu yang digunkan alat bantu
yang dipakai dalam pengamataan terutama dalam bidang biologi adalah mikroskop
dalam perkembangan mikroskop mampu mempelajari organisme hidup yang berukuran
sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga mikroskop
memberikan kontribusipenting dalam penemuan mikrobiologi (Reandi, 2001).
Mikroskop
yanag sering digunakan dalam bidang biologi adalah mikroskop cahaya, baik
berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan mikroskop monokuler, maupu yang
berlensa ganda atau disebut mikroskop binokuler. Benda atau organisme yang
diamati dengan mikroskop cahaya harus berukuran kecil dan tipis agar dapat ditmbus cahaya (sinar maatahari
dan lampu). Mikroskop alat yang sangat penting dalam bidang biologi khususnya ketika
anda mengamti molekul-molekul yang berukuran cukup kecil tidak bisa
mengendalikan penlihatan mata normal. Mikroskop intrumen yang paling banyak
digunakan dalam suatu kegiatan laboraturium
dan hampir semua mata kulia biologi memelurkan mikroskop dalam kegiatan
laboratoriumnya mikroskop juga di pelajari guna mengetahui bagian-bagian serta
fungsinya masing-masing, agar kegiatan laboratorium seorang mahasiswa tidak
lagi kebingungan ketika hendak menggunakan mikroskop serta bagaimana merawat
mikroskop tersebut (Kimbal, 2001).
Dalam
melakukan pratikum kali ini yang tentang pengenlan mikroskop yang teradapat
dalam mikroskop. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda
yang kasat menjadi terlihat. Mikroskop bagian intrusmen yang paling banyak
digunakan dan paling bermanfaat dilaboratorium mikroskopis dengan alat ini
diperoleh perbesaran sehingga memungkinkan untuk meliahat organisme yang
taknampak dengan mata.
Mikroskop
dalam bahasa yunani: Micros artnya kecil dan scopein aertnya melihat adalah
sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut
mikroskopi (Campbel,. 2008).
1.2 Tujuan Pratikum
Adapun tujuan
pembeljaran mikroskop yaitu:
a. Mengetahui
macam-macam mikroskop
b.
Mengetahui bagian-bagan mikroskop dan
fungsinya
c.
Mengetahui sifat-sifat bayangan pada
mikroskop
d.
Melatih keterampilan dalam pengukuran
objek mikroskopis dengan mikro meter
e.
Mengetahui cara kerja dan sipat optik
lab
f.
Mampu mengukur benda melalui fto camera
optik lab
g.
Mencetak dan menyimpan gambar dalam
optik lab
BAB
II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sejarah Mikroskop
Robert Hook menulis buku Microskophia tahun 1965. Dia sebut adanya sel atau pori ketika
melihat irisan kayu dibawah mikroskop yang dia kembangkan sendri pertama kali
dalam biologi. Mikroskop yaang bikina itu sederhana, karena lensa masih satu,
daya perbesaran pun 30X . Antonie dan Leeuwenhoek 1674, secara terpisah bikin
mikroskop sederhana pula, dan dipergunakan untuk melihat mikroba (jasad reknik)
dalam air, secara bgaian-bagiannya yang mungkin terkandung dalam suatu cairan
tubuh mahluk, karena ialah dijuluki bapak Mikrobiologi. Seperi halnya Hooke,
Leeuwenhoek juga membikin mikroskop yang digologkan pada mikroskop sederhana,
karena lensa nya satu. lensa mikroskop modern terdiri dari dua macam sehingga
disebut mkroskop gabungan (Yatim, 2012).
Mikroskop abad ke-18 mikroskop mengungkapkan dunia
sangat kecil sejak sekiartar pertengahan 1500-an. Mikroskop ini si buat
dilondon sekiatar tahun 1728, menggunkan cermin yang dimiringkan dibagian dasar
untuk membantulkan cahaya kespesimen yang di letak di atasnya yaitu pada kaca
mikroskop. Pada abad ke 17 sepertinya penemuan terbaik yang dihasilkan melalui
mikroskop adalah mikroorganisme (Andin, 2009).
Perkembangan
intrumen yang berkemampuan melebihi indra manusia berjalan seiring kemajuan
sains. Penemuan dan penelitan awak tentang sel menjadi maju berkat penciptaan
mikroskop pada tahun 1590 dan penigkatan alat tersebut selama tahun 1600-an.
Mikroskop masih menjadi bagian yang tidak bisa terpisah dari penelitian sel.
Mikroskop yang pertama kali digunakan oleh ilmuwan ( saintis) zaman Ranaisans dan mikroskop yang ada gunakan
dilaboratorium, merupakan mikroskop cahaya (Campbell. 2008).
2.2 Mikroskop
Merupakan salah satu alat yang sangat penting pada
kegiatan laboratorium biologi. Mikroskop dalam bahasa yunani micro ; kecil dan scorpion : melihat. Jadi
mikroskop adalah sebuah alat yang diguanakan untuk melihat objek yang terlalu
kecil unrtuk melihat secara kasat mata.
Bagian-bagian mikroskop mikroskop terdiri atas
bagian-bagian optik dan non optik. Bagian optik meliputi lensa-lensa. Lensa
mikroskop merupakan lensa gabungan (compoud
lenses) yang di satukan menjadi satu
unit kesatuan.bagian-bagian non optik meliputi antara lain :
a. Kaki
b. Lengan
c. Cermin
d. Kondensesor
e. Diagfragma
f. Meja
peraparat
g. Tabung
h. Penagatur
kasar dan halus
Macam-macam
mkroskop
a) Mikroskop
cahaya
b) Mikroskop
binokuler
c) Mikroskop
sentreo
d) Mikroskop
elektron
e) Mikroskop
pinder
f) Mikroskop
medan gelap
g) Mikroskop
fase kontras (Yatim, 2012).
2.3 Cara Menggunakan Mikroskop
Mikroskop optik adalah cahaya dalam lampu yang
dibiaskan oleh lensa condenser, setelah
melewati lensa condenser sinar
mengenai specimen dan di teruskan
oleh lensa objektif merupakan bagian yang paling penting dari mikroskop karena dari
lensa ini di ktahui perbesaran yang dilakukan mikroskop. Sinar yang ditangkap
oleh lensa mata atau kamera mempunyai batasan yaitu 400 X sampai dengan 1400 X (Sibilia,
1988).
Mikroskop scanner
electron cara kerja yaitu sinar dari lampu dipacarakan kepada lensa
kondesesor, sebelum masuk kedalam lensa kondensesor pancaran sinar elektron
yang di tembakkan, sinar melewati lensa kondensesor di teruskan lensa objektif
yang dapat diatur maju mundurnya, sinar melewati lensa objektif kemudian di
teruskan pada specimen yang di atur miring pada pencekamannya, specimen disianri oleh deteksi x-ray yang menghsailakan
sebuah gambar yang diteruskan pada layar monitor (Khan, E.B., 2002).
Hal- yang perlu
diperhatikan dalam menggunakan mikroskop
yaitu :
a)
Selalu membawah miroskop dengan dua
tanggan, satudibwah kaki mikroskop dan yang satu lagi memegang lengan
mikroskop. Bila menggunakan preparat basah, tabgung mikroskop selalu dalam
keadaan tegak , berati pula meja dalam keadaan datar. Ini berlaku pula untuk
mikroskop dalam keadaan tabung lurus atau tegak, tidak berlaku mikroskop dalam
tabung miring, karena pada mikroskop macam terahir ini kedudukan meja selalu
datar.
b)
Perapat basah harus selalu ditutup pada
saat dilihat dibawah mikroskop
c)
Selalu menjaga kebersihan mikroskop
termsuk cermin
d)
Bila ada bagian mikroskop tidak bekerja
dengan baik atau hilang laporkan segera pada penanggung jawab pratikum atau
laboran untuk mendapatkan perbaikan atau diganti dengan mikroskop yang lain
yang masih baik.
e)
Anda tidak dibenarkan untuk melepas
lensa-lensa mikroskop dari tempatnya
f)
Setealah selesai menggunakan mikroskop,
pasang lensa objektif perbesaran paling rendah pada kedudukan lurus dibawah (Soernaito,
2012).
2.4 Mikroskop Cahaya (MC) dan Mikroskop
Elektron
Mikroskop cahaya (MC) penggunaan pancaran cahaya
untuk membuat bayangan benda yang dibesarkan sedangkan mikroskop elektron
mengguankan pancaran elektron untuk membuat bayangan benda itu. Prisip kedua
maca-macam mikroskop di uraikan pada pasal berikut.
Mikroskopcahaya ada 4 macam yaitu :
1.
Mikroskop biasa
2.
Mikroskop fluorensi
3.
Mikroskop fase kontras
4.
Miksroskop polarisasi
Mikroskop
elektron ada 2 yaitu :
1. MET
(mikroskop elektron transisi)
2. MES
(mikroskop elektron skaning) (Yatim, W. 2012).
Mikroskop elektron mengungkapkan
banyak organel dan struktur sub seluler lain yang tidak mungkin diresololusi
dengan mikroskop cahaya. Salah satu kekurangan mikroskop elektron adalah bahwa
metode yang digunakan untuk menyiapkan spesimen ternyah menumbuh sel. Mikroskop
modern secara teoretis dapat mencapai resolusi mencapai sekitar 0,0002 nm,
semacam itu tidak dapat meresolusi struktur biologis yang lebih kecil dari 2 nm.tetap
saja resolusi merupakan peningkatan 100 kali lipat dari mikroskop cahaya ( Campbell,
2008).
2.5 Mikroskop Biasa
Prinsip ditemukan oleh Hans dan
Zaccharis Janssen (1590) menggunakan cahaya sebagi pemantul bayangan objek.
Mikroskop ini mempunyai kombinasi 2 lensa yaitu lensa objetif dan lensa okuler.
Kekuatan membeda resolving power mata
orang 0,1 mm. Mikroskop selain membedakan juga membesarkan bayangan benda, dan
membesarkan tergatung pada daya membeda itu. Objek yang kurang ½ panjang
gelombang cahaya tak dapat dibedakan dalam mikroskop biasa. Panjanjang
gelombang cahaya rata-rata 5.500 A ( 1 A= 10-7 mm). Karena itu objek
tak dapat membedakan objek yang diamter kurang dari 0,0001 mm, dengan
mempergunakan fase kontras atau minyak imersi. Karena mampu mata melihat
membeda 0,1 mm, maka daya membesarkan mikroskop biasa ialah 1.000 x (Yatim, 2012).
2.6 Mikroskop Fluoresensi
Mikroskop ini memiliki sumber
cahaya yang khusus dari yang lain gelombang pendak. Yang dipakai ilah sinar utraviolet (uv). Jika cahaya ini
menyinari objek berbinar ( fluoresen), dipantulkan
cahaya dengan gelombang lebih panjang. Karena itu kalau dilihat dibawah
mikroskop organel atau bagian sel yang berbinar itu hanya tampak yang lain
gelap. Yang berbinar secara alamiah ialah vitamin A, vitamin B2 dan
porfirin (Yatim, 2012).
2.7 Mikroskop Fase Kontras
Bagian-bagian sel yang tak di warnai secara
mikrotenik dapat dibedakan dibawah mikroskop, kalau cahaya yang datang menuju
objek membuat pembiasan berbeda-beda. Organel memiliki indeks yang berbeda-beda,
karena itu dapatlah dibedakan dibawah mikroskop. Pembiasan cahaya yang
berbeda-beda ini di laksanakan oleh suatu sistem optik khusus. Mikroskop yang
memiliki sistem optik ini disebut mikroskop fase kontras. Mikroskop jenis ini
cocok untuk mengamati sel hidup atau sel pertanaman (Yatim, 2012).
2.8 Mikroskop Polarisasi
Ini adalah jenis MC yang mengandung prisma Nico dari kalsit atau balsam, yang
membuat cahaya datang ke objek polarisasi. Film polaroid kini banyak mulai
banyak di pakaimengantikan prisma Nico.
Bagian objek yang berhablur atau bersegi-segi, dapat dilihat dibawah mikroskop.
Mikroskop ini dipakai untuk mengamati tulang, dinding sel tukmbuhan, serat
kalogen, otot, syaraf, cilia dan flagella;
juga mengamati butiran tepung dan lemak yang dikandungan sel (Yatim,
2012).
2.9 Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron ditemukan oleh Kholl dan Rusra
(1932), menpergunakan elektron sebagai pantul bayangan suatu objek. Karana
elektron tak dapat dilihat mata maka bayangan objek di terima layar fluoresen berbinar atau film potret,
dari situlah mata dapat mengamatinya. Mikroskop elektron dikembagakan dalam
bidang biologi baru pada tahun 50-an. Mikrokop
elektron memperkuat daya membeda mikroskop biasa. Cahaya diganti dengan
elektron, bagian objek yang tebal banyak mengabsorsi elektron dari pada bgian
yang tipis. Dengan perbedaan ini bayangan beda dapat dibuat pada layar atau
film (Yatim, 2012).
2.10
Mikroskop
Elektron Transmisi (MET)
Mikroskop elektron transmisi ialah mikroskop yang
menggunakan olektron sebagi sumber cahaya. Sel atau jaringan dilihat berupa
irisan atau replika. Mikroskop ini mempunyai perbesaran puluhan sampai ratusan
ribu kali (Yatim. 2012).
2.11 Mikroskop Elekton Skaning (MES)
Mikroskop elektron skaning, ialah mikroskop yang
menggunakan elektron sebagai sumber cahaya dan sel atau jarigan dilihat dari
luar atau permukaan. Didapat gambaran objek secara stereometris. Mikroskop
jenis ini lazim diapakai untuk melihat permukaan sel yang meliputi suatu rongga
atau saluran, atau sel yang lepas bebas. Seperti untuk melihat susunan cilia, flagella, dan spermatozoa. Daya perbeasaran lebih
rendah dari pada MET,yakni bebrapa ribu samapai puluhan ribu kali (Yatim,
2012).
2.12
Pemeriharaan
Mikroskop
Pemeiharaan alat laboratorium
sangat di perlukan dalam rangka kesinabungan kegiatan laboratorium, termasuk
dalam hal ini pemeliharaan mikroskop, beberapa ketentuan dalam hal pemeliharaan
mikroskop adalah sebagai beriku :
a)
Mikroskop harus disimpan di temapt yang
sejuk, kering, bebas debu dan bebas uap asam dan basa. Tempat penyimpanan yang
sesuai dengan mikroskop yang di lengkapi silica
gel, yang bersipat higroskopis,
sehingga lingkungan sekitar mikroskop tidak lembab. Selain itu dapat pula di
lrtakan dalam lemari yang diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur.
b)
Bagian mikroskop non-optik terbuat dari
logam atau plastik dapat dibersikan dengan menggunakan kain flenel. Untuk membersikan debu yang
terselip dibagian mikroskop tersebut dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa
kamera.
c)
Lensa-lensa mikroskop, okuler, objetif
da kondensor dibersihan dengan mengguanakan tisu lensa yang diberi alkohol 70
%. Jangan sekali-kali membersihkan lensa menggunakan sapu tangan atau kain lap.
g)
Sisa minyak imersi pada lensa objektif
dapat dibersihkan dengan xillol ( xylene). Pada penggunaan xillol haruslah berhati-hati, jangan sampai cairan xillol menempel pada bagian mikroskop
no-optik, karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik. Dengan mematuhi
petunjuk penggunaan dan pemeliharaan mikroskop di harpakan mikroskop dapat
bertahan lama untuk di pergunakan pada kegiatan laboratorium biologi (Soernaito, 2012).
BAB
III
METODOLOGI
PARTIKUM
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa 10
November 2015, pukul 08.00-09.30 WIB
bertempat di Laboratorium Biologi Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri
(UIN) Raden Fatah Palembang.
3.2
Alat dan Bahan
3.2.1
Alat
a)
Mikoskop
b)
Mikroskop mikrometer objektif
c)
Mikroskop okuler
d)
Gunting
e)
Objek gelas
f)
Deckglass
g)
Objek gelas
h)
Kamera digital
3.2.2
Bahan
a.
Kertas koran
b.
Air
3.3
Cara kerja
a)
Potongan satu huruf dari kertas koran,
kemudikan letakan diatas objek gelas
b)
Beri dua tetasan air dan tutup dengan
deckglass
c)
Amti dibawah mikroskop dengan perbesaran
lemah perhatikan bayangan yang terbentuk
d)
Amati dengan perbesaran kuat.
e)
Perhatikan juga bayangan yang terbentuk
jika digeser kebawah, keatas dan kiri kanan.
BAB
IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
Hasil
Table 1. Pengamatan Bagian-Bagian
Mikroskop
|
Gambar
|
Keterangan
|
|
|
1.lensa okuler
2. Tabung
3.Sendi tabung
4. Revolver
5. Lensa
obyektif
6. Penjepit
preparat
7. Meja
preparat
8. Kondensor
9.Pemutar ke
atas ke
bawah
10. Pemutar
fokus
kasar
11. On/Off
mikroskop
12. Reflektor
13. Kaki
mikroskop
14. Diafragma
15. Pemutar
fokus
halus
16. Kaki
mikroskop
17. Lengan
mikroskop
18. Pengatur
cahaya
|
tabel 2.Sipat Bayangan
|
Jenis perbesaran
|
Gambar sebelum
|
Gambar sesudah
|
Keterangan bayangan
|
||
|
Skala
perbesaran 4 X 10
|
|
|
Nyata
Terbalik
Diperbesar
|
||
|
Skala
perbesaran 10 X 10
|
|
|
Nyata
Terbalik
Diperbesar
|
||
|
Skala
perbesaran 40 X 10
|
|
|
Maya
Terbalik
Diperbesar
|
||
|
Skala
perbesaran 100 X 10
|
|
|
Tidak terlihat
|
4.2 Pembahasan
Berdasarkan
hasil pratikum pengelan mikroskop yang telah lakukan dapat diketahui pengertian
dari mikroskop dan bagian-bagiannya serta fungsinya. Mikroskop adalah alat
bantuh utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian dalm bidang biologi
kareana dapat digunakan untuk mrmpelajari struktur benda-benda kecil yang tidak
terliahat oleh mata telanjang.
Bagian-bagian
dan fungsi mikroskoskop Lensa okuler berfungsi untuk membesarkan bayangan dan
memperokyeksinya ke retina mata, Tabung
berfungsi unruk mengatur fokus yang dapat dinaikankan dan sebagai penhubung
anatar lensa objektif dan lensa okuler, Revolver berfungsi untuk mengatur
perbesaran lensa objetif dengan cara memutarnya, Lensa objetif berfungsi untuk
menghasilkan bayangan benda yang akan diamati, Lengan mikroskop berfungsi untuk
mengangakat mikroskop, Penjepit pereparat berfungsi untuk bahan yang akan
dimati agar tidak bergeser, Pereparap
berfungsi untuk meletakan objek, Kondensesor cahaya yang berfungsi untuk
mengpulkan cahaya yang masuk pada mikroskop, Cermin berfunsi untuk memantulakan
dan mengarahkan cahaya, Kaki mikroskop berfungsi untuk menyanga dan menopang
mikroskop, Pengatur cahaya berfungsi untuk mengatur banyaknya atau sedikit
cahaya yang masuk, Tombol on/of berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan
cahaya atau lampu pada mikroskop, Penggeser pereparat berfungsi untuk
mengeserkan perparat agar objektif di amati terfokus dengan lensa opik, Pemutar
kasar berfungsi memokuskanbayangan secara cepat, Memutar halus berfungsi untuk
memokuskan bayangan objek secara lambat, Pengatur kondensesor berfungsi
mengatur cahaya yang masuk dalam mikroskop, Kabel mikroskop berfungsi sebagai
penghubung anatara mikroskop dan sumber arus listrik.
Menurut
Sibilia (1988), Mikroskop optik adalah cahaya dalam lampu yang dibiaskan oleh
lensa condenser, setelah melewati
lensa condenser sinar mengenai specimen dan di teruskan oleh lensa
objektif merupakan bagian yang paling penting dari mikroskop karena dari lensa
ini di ktahui perbesaran yang dilakukan mikroskop. Sinar yang ditangkap oleh
lensa mata atau kamera mempunyai batasan yaitu 400 X sampai dengan 1400 X
(Sibilia J.P. 1988).
Menurut
Yatim, (2012). Mikroskop cahaya ( MC ) penggunaan pancaran cahaya untuk membuat
bayangan benda yang dibesarkan sedangkan mikroskop elektron menggunakan
pancaran elektron untuk membuat bayangan benda itu.
Pada
pratikum ini kita meletakan hurup G di mikroskop, maka yang kita lihat hurup G
yang terbalik di perbesar, dan nyatah. Dari oratikum ini juga kita daoat
mengetahui sipat bayangan pada mikroskop yang di tentukan oleh dua lensa yaitu
lensa objetik dan lensa okuler. Lensa okuler yang menyababkan sipat bayangan
nyatah, tegak, dan diperbesar. Sedangkan lensa objetif sipatnya maya, terbalik
dan di perkecil.
Pada
pencobaan ini kami menggunakan 4X10 sampai dengan 10 X 100. Pada perbesaran 4 X
10 gambar yang terlihat masih snagat jelas. Pada perbesaran 10 X10 gambar huruf
G sudah mulai tidak jelas sedandakan serat pada koran sudah terlihat jelas.
Pada perbesaran 10 X 40 bentuk huruf G sudah benar-benar tidak jelas dan hanya
terlihat samar-samar saja dan pada perbesaran 10 X 100 gamabar sudah tidak
terlihat sama sekali.
Sifat bayangan pada
mikroskop di tentukan pada 2 lensa, yaitu lensa objekif dan lensa okuler. Lensa
objektif mempunyai sifat bayangan maya, terbalik dan diperkecil. Sedngkan lensa
okuler mempunyai sifat bayangan nyata, tegak dan diperbesar. Benda yang diamati
diletakkan sedekat mungkin dengan titik fkus lensa objektif. Sedangkan mata
kita tepat berada I lensa okuler. Mata pengamat berda dibelakang lensa objektif
yang kebetulan bayangan dari okule tepat di titik focus ensa okuler dinamakan
pegamat secara rilks dan pengamatan dilakukan secara terakomendasi bila
bayangan objektif berada diruang etama okuler. Mikroskop yang terdiri dari
lensa positif bayangan akhir barada jauh tak terhingga, yang memiliki sifat
bayangan diperbesar, maya dan tegak (Wheeler, 1988).
BAB
V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Mikroskop adalah alat bantu utama pengamatan dan
penelitian dalam bidang biologi. Karena dapat digunakan untuk mempelajari
strukur benda-benda kecil yang terlihat oleh mata telanjang. Bayangan yang
terlihat pada mikroskop di pengaruh oleh lensa okuler dan lensa objektif.
Bayangan ahir yang di bentuk oleh mikroskop adalah nyatah, maya, terabalik dan
di perbesar. Macam-macam mikroskop pada pratikum yaitu Mikroskop cahaya,
Mikroskop binokuler, Mikroskop sentreo,Mikroskop elektron dan lain-lain.
Bagaian-bagian mikroskop adalah Kaki, Lengan, Cermin, Kondensesor, Diagfragma
dan lain-lain. Dapat melatih keterampilan dalam menggunakan mikroskop.
Mengetahui cara kerja agar pengamatan pada saat mendapat gamabar dalam mengukur
objek yang sedang di amati.
5.2
Saran
Saran yang dapat saya berikan yaitu Dalam pratikum
pengenalan mikroskop dan cara penggunaannya harus diperhatikan dengan baik
karena mikroskop sangat penting dalam kegiatan pratikum biologi dan perhatikan
agar tetep menjaga kebersihan laboratorium.
DAFTAR
PUSTAKA
Andin,
M. 2009. Ensik Lopedia IPA. Jakarta ;
P.T Lentera Abadi.
Campbell,. 2008.
Biologi. Jakarta : Erlanga
Respati,
S. M. B. 2008. http://www.jurnal mikroskop
Pdf.com. Pengaruh Volume air perendam dan perendam terhadapat perkecambah kacang
hijau. Vol .4 : No.02, Oktober 2008 (42-44). Hari Kamis 12 Nopember 2015
Pukul 14 : 34 WIB.
Soernaito.
2012. Teknik Laboratorium. Bandung ;
Univ Pendidikan.
Yatim.
2012. Biologi modern. Bandung ; P.T Tarsito bandung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar