Jumat, 05 April 2019

LAPORAN PRATIKUM KE II PENGENALAN MIKROSKOP, ALAT OPTIK DAN KAMERA SEBAGAI ALAT BANTU BIOLOGI


LAPORAN PRATIKUM KE  II
PENGENALAN MIKROSKOP, ALAT OPTIK DAN KAMERA SEBAGAI ALAT BANTU BIOLOGI





Oleh :
Syahirul Alim ( 1512220022 )




Dosen Pembimbing :
Irham Falahudin.M.Si







PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGRI ( UIN ) RADEN FATAH
PALEMABANG
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Panca indra manusia mempunyai daya kemampuan daya pisah terbatas oleh karena itu banyak masalah mengenal benda atau organisme yng akan diamati hanya dapat dipriksa dengan menggunakan alat bantu. Salah satu yang digunkan alat bantu yang dipakai dalam pengamataan terutama dalam bidang biologi adalah mikroskop dalam perkembangan mikroskop mampu mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga mikroskop memberikan kontribusipenting dalam penemuan mikrobiologi (Reandi, 2001).
Mikroskop yanag sering digunakan dalam bidang biologi adalah mikroskop cahaya, baik berlensa okuler tunggal atau dikenal dengan mikroskop monokuler, maupu yang berlensa ganda atau disebut mikroskop binokuler. Benda atau organisme yang diamati dengan mikroskop cahaya harus berukuran kecil dan  tipis agar dapat ditmbus cahaya (sinar maatahari dan lampu). Mikroskop alat yang sangat penting dalam bidang biologi khususnya ketika anda mengamti molekul-molekul yang berukuran cukup kecil tidak bisa mengendalikan penlihatan mata normal. Mikroskop intrumen yang paling banyak digunakan dalam suatu kegiatan  laboraturium dan hampir semua mata kulia biologi memelurkan mikroskop dalam kegiatan laboratoriumnya mikroskop juga di pelajari guna mengetahui bagian-bagian serta fungsinya masing-masing, agar kegiatan laboratorium seorang mahasiswa tidak lagi kebingungan ketika hendak menggunakan mikroskop serta bagaimana merawat mikroskop tersebut (Kimbal, 2001).
Dalam melakukan pratikum kali ini yang tentang pengenlan mikroskop yang teradapat dalam mikroskop. Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang kasat menjadi terlihat. Mikroskop bagian intrusmen yang paling banyak digunakan dan paling bermanfaat dilaboratorium mikroskopis dengan alat ini diperoleh perbesaran sehingga memungkinkan untuk meliahat organisme yang taknampak dengan mata.

Mikroskop dalam bahasa yunani: Micros artnya kecil dan scopein aertnya melihat adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi (Campbel,. 2008).

1.2  Tujuan Pratikum  
Adapun tujuan pembeljaran mikroskop yaitu:
a.       Mengetahui macam-macam mikroskop
b.      Mengetahui bagian-bagan mikroskop dan fungsinya
c.       Mengetahui sifat-sifat bayangan pada mikroskop
d.      Melatih keterampilan dalam pengukuran objek mikroskopis dengan mikro meter
e.       Mengetahui cara kerja dan sipat optik lab
f.       Mampu mengukur benda melalui fto camera optik lab
g.      Mencetak dan menyimpan gambar dalam optik lab












BAB II
TINJAUAN  PUSTAKA

2.1  Sejarah Mikroskop
Robert Hook menulis buku Microskophia tahun 1965. Dia sebut adanya sel atau pori ketika melihat irisan kayu dibawah mikroskop yang dia kembangkan sendri pertama kali dalam biologi. Mikroskop yaang bikina itu sederhana, karena lensa masih satu, daya perbesaran pun 30X . Antonie dan Leeuwenhoek 1674, secara terpisah bikin mikroskop sederhana pula, dan dipergunakan untuk melihat mikroba (jasad reknik) dalam air, secara bgaian-bagiannya yang mungkin terkandung dalam suatu cairan tubuh mahluk, karena ialah dijuluki bapak Mikrobiologi. Seperi halnya Hooke, Leeuwenhoek juga membikin mikroskop yang digologkan pada mikroskop sederhana, karena lensa nya satu. lensa mikroskop modern terdiri dari dua macam sehingga disebut mkroskop gabungan (Yatim, 2012).
Mikroskop abad ke-18 mikroskop mengungkapkan dunia sangat kecil sejak sekiartar pertengahan 1500-an. Mikroskop ini si buat dilondon sekiatar tahun 1728, menggunkan cermin yang dimiringkan dibagian dasar untuk membantulkan cahaya kespesimen yang di letak di atasnya yaitu pada kaca mikroskop. Pada abad ke 17 sepertinya penemuan terbaik yang dihasilkan melalui mikroskop adalah mikroorganisme (Andin, 2009).
 Perkembangan intrumen yang berkemampuan melebihi indra manusia berjalan seiring kemajuan sains. Penemuan dan penelitan awak tentang sel menjadi maju berkat penciptaan mikroskop pada tahun 1590 dan penigkatan alat tersebut selama tahun 1600-an. Mikroskop masih menjadi bagian yang tidak bisa terpisah dari penelitian sel. Mikroskop yang pertama kali digunakan oleh ilmuwan ( saintis) zaman Ranaisans dan mikroskop yang ada gunakan dilaboratorium, merupakan mikroskop cahaya (Campbell. 2008).

2.2  Mikroskop
Merupakan salah satu alat yang sangat penting pada kegiatan laboratorium biologi. Mikroskop dalam bahasa yunani micro ; kecil dan scorpion : melihat.  Jadi mikroskop adalah sebuah alat yang diguanakan untuk melihat objek yang terlalu kecil unrtuk melihat secara kasat mata.
Bagian-bagian mikroskop mikroskop terdiri atas bagian-bagian optik dan non optik. Bagian optik meliputi lensa-lensa. Lensa mikroskop merupakan lensa gabungan (compoud lenses)  yang di satukan menjadi satu unit kesatuan.bagian-bagian non optik meliputi antara lain :
a.       Kaki
b.      Lengan
c.       Cermin
d.      Kondensesor
e.       Diagfragma
f.       Meja peraparat
g.      Tabung
h.      Penagatur kasar dan halus
Macam-macam mkroskop
a)    Mikroskop cahaya
b)   Mikroskop binokuler
c)    Mikroskop sentreo
d)   Mikroskop elektron
e)    Mikroskop pinder
f)    Mikroskop medan gelap
g)   Mikroskop fase kontras (Yatim, 2012).

2.3  Cara Menggunakan Mikroskop
Mikroskop optik adalah cahaya dalam lampu yang dibiaskan oleh lensa condenser, setelah melewati lensa condenser sinar mengenai specimen dan di teruskan oleh lensa objektif merupakan bagian yang paling penting dari mikroskop karena dari lensa ini di ktahui perbesaran yang dilakukan mikroskop. Sinar yang ditangkap oleh lensa mata atau kamera mempunyai batasan yaitu 400 X sampai dengan 1400 X (Sibilia, 1988).
Mikroskop scanner electron cara kerja yaitu sinar dari lampu dipacarakan kepada lensa kondesesor, sebelum masuk kedalam lensa kondensesor pancaran sinar elektron yang di tembakkan, sinar melewati lensa kondensesor di teruskan lensa objektif yang dapat diatur maju mundurnya, sinar melewati lensa objektif kemudian di teruskan pada specimen  yang di atur miring pada pencekamannya, specimen  disianri oleh deteksi x-ray yang menghsailakan sebuah gambar yang diteruskan pada layar monitor (Khan, E.B., 2002).
Hal- yang perlu diperhatikan dalam menggunakan mikroskop  yaitu :
a)    Selalu membawah miroskop dengan dua tanggan, satudibwah kaki mikroskop dan yang satu lagi memegang lengan mikroskop. Bila menggunakan preparat basah, tabgung mikroskop selalu dalam keadaan tegak , berati pula meja dalam keadaan datar. Ini berlaku pula untuk mikroskop dalam keadaan tabung lurus atau tegak, tidak berlaku mikroskop dalam tabung miring, karena pada mikroskop macam terahir ini kedudukan meja selalu datar.
b)   Perapat basah harus selalu ditutup pada saat dilihat dibawah mikroskop
c)    Selalu menjaga kebersihan mikroskop termsuk cermin
d)   Bila ada bagian mikroskop tidak bekerja dengan baik atau hilang laporkan segera pada penanggung jawab pratikum atau laboran untuk mendapatkan perbaikan atau diganti dengan mikroskop yang lain yang masih baik.
e)    Anda tidak dibenarkan untuk melepas lensa-lensa mikroskop dari tempatnya
f)    Setealah selesai menggunakan mikroskop, pasang lensa objektif perbesaran paling rendah pada kedudukan lurus dibawah (Soernaito, 2012).

2.4  Mikroskop Cahaya (MC) dan Mikroskop Elektron
Mikroskop cahaya (MC) penggunaan pancaran cahaya untuk membuat bayangan benda yang dibesarkan sedangkan mikroskop elektron mengguankan pancaran elektron untuk membuat bayangan benda itu. Prisip kedua maca-macam mikroskop di uraikan pada pasal berikut.
Mikroskopcahaya ada 4 macam  yaitu :
1.    Mikroskop biasa
2.    Mikroskop fluorensi
3.    Mikroskop fase kontras
4.    Miksroskop polarisasi
Mikroskop elektron ada 2 yaitu :
1.      MET (mikroskop elektron transisi)
2.      MES (mikroskop elektron skaning) (Yatim, W. 2012).
Mikroskop elektron mengungkapkan banyak organel dan struktur sub seluler lain yang tidak mungkin diresololusi dengan mikroskop cahaya. Salah satu kekurangan mikroskop elektron adalah bahwa metode yang digunakan untuk menyiapkan spesimen ternyah menumbuh sel. Mikroskop modern secara teoretis dapat mencapai resolusi mencapai sekitar 0,0002 nm, semacam itu tidak dapat meresolusi struktur biologis yang lebih kecil dari 2 nm.tetap saja resolusi merupakan peningkatan 100 kali lipat dari mikroskop cahaya              ( Campbell, 2008).

2.5  Mikroskop Biasa
Prinsip ditemukan oleh Hans dan Zaccharis Janssen (1590) menggunakan cahaya sebagi pemantul bayangan objek. Mikroskop ini mempunyai kombinasi 2 lensa yaitu lensa objetif dan lensa okuler. Kekuatan membeda resolving power mata orang 0,1 mm. Mikroskop selain membedakan juga membesarkan bayangan benda, dan membesarkan tergatung pada daya membeda itu. Objek yang kurang ½ panjang gelombang cahaya tak dapat dibedakan dalam mikroskop biasa. Panjanjang gelombang cahaya rata-rata 5.500 A ( 1 A= 10-7 mm). Karena itu objek tak dapat membedakan objek yang diamter kurang dari 0,0001 mm, dengan mempergunakan fase kontras atau minyak imersi. Karena mampu mata melihat membeda 0,1 mm, maka daya membesarkan mikroskop biasa ialah 1.000 x (Yatim, 2012).

2.6  Mikroskop Fluoresensi
Mikroskop ini memiliki sumber cahaya yang khusus dari yang lain gelombang pendak. Yang dipakai ilah sinar utraviolet (uv). Jika cahaya ini menyinari objek berbinar ( fluoresen), dipantulkan cahaya dengan gelombang lebih panjang. Karena itu kalau dilihat dibawah mikroskop organel atau bagian sel yang berbinar itu hanya tampak yang lain gelap. Yang berbinar secara alamiah ialah vitamin A, vitamin B2 dan porfirin (Yatim, 2012).

2.7  Mikroskop Fase Kontras
Bagian-bagian sel yang tak di warnai secara mikrotenik dapat dibedakan dibawah mikroskop, kalau cahaya yang datang menuju objek membuat pembiasan berbeda-beda. Organel memiliki indeks yang berbeda-beda, karena itu dapatlah dibedakan dibawah mikroskop. Pembiasan cahaya yang berbeda-beda ini di laksanakan oleh suatu sistem optik khusus. Mikroskop yang memiliki sistem optik ini disebut mikroskop fase kontras. Mikroskop jenis ini cocok untuk mengamati sel hidup atau sel pertanaman     (Yatim, 2012).

2.8  Mikroskop Polarisasi
Ini adalah jenis MC yang mengandung prisma Nico dari kalsit atau balsam, yang membuat cahaya datang ke objek polarisasi. Film polaroid kini banyak mulai banyak di pakaimengantikan prisma Nico. Bagian objek yang berhablur atau bersegi-segi, dapat dilihat dibawah mikroskop. Mikroskop ini dipakai untuk mengamati tulang, dinding sel tukmbuhan, serat kalogen, otot, syaraf, cilia dan flagella;  juga mengamati butiran tepung dan lemak yang dikandungan sel (Yatim, 2012).

2.9  Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron ditemukan oleh Kholl dan Rusra (1932), menpergunakan elektron sebagai pantul bayangan suatu objek. Karana elektron tak dapat dilihat mata maka bayangan objek di terima layar fluoresen berbinar atau film potret, dari situlah mata dapat mengamatinya. Mikroskop elektron dikembagakan dalam bidang biologi baru pada tahun  50-an. Mikrokop elektron memperkuat daya membeda mikroskop biasa. Cahaya diganti dengan elektron, bagian objek yang tebal banyak mengabsorsi elektron dari pada bgian yang tipis. Dengan perbedaan ini bayangan beda dapat dibuat pada layar atau film (Yatim, 2012).

2.10          Mikroskop Elektron Transmisi (MET)
Mikroskop elektron transmisi ialah mikroskop yang menggunakan olektron sebagi sumber cahaya. Sel atau jaringan dilihat berupa irisan atau replika. Mikroskop ini mempunyai perbesaran puluhan sampai ratusan ribu kali (Yatim. 2012).

2.11     Mikroskop Elekton Skaning (MES)
Mikroskop elektron skaning, ialah mikroskop yang menggunakan elektron sebagai sumber cahaya dan sel atau jarigan dilihat dari luar atau permukaan. Didapat gambaran objek secara stereometris. Mikroskop jenis ini lazim diapakai untuk melihat permukaan sel yang meliputi suatu rongga atau saluran, atau sel yang lepas bebas. Seperti untuk melihat susunan cilia, flagella, dan spermatozoa. Daya perbeasaran lebih rendah dari pada MET,yakni bebrapa ribu samapai puluhan ribu kali (Yatim, 2012).

2.12          Pemeriharaan Mikroskop
Pemeiharaan alat laboratorium sangat di perlukan dalam rangka kesinabungan kegiatan laboratorium, termasuk dalam hal ini pemeliharaan mikroskop, beberapa ketentuan dalam hal pemeliharaan mikroskop adalah sebagai beriku :
a)    Mikroskop harus disimpan di temapt yang sejuk, kering, bebas debu dan bebas uap asam dan basa. Tempat penyimpanan yang sesuai dengan mikroskop yang di lengkapi silica gel, yang bersipat higroskopis, sehingga lingkungan sekitar mikroskop tidak lembab. Selain itu dapat pula di lrtakan dalam lemari yang diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur.
b)   Bagian mikroskop non-optik terbuat dari logam atau plastik dapat dibersikan dengan menggunakan kain flenel. Untuk membersikan debu yang terselip dibagian mikroskop tersebut dapat digunakan kuas kecil atau kuas lensa kamera.
c)    Lensa-lensa mikroskop, okuler, objetif da kondensor dibersihan dengan mengguanakan tisu lensa yang diberi alkohol 70 %. Jangan sekali-kali membersihkan lensa menggunakan sapu tangan atau kain lap.
g)   Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xillol    ( xylene). Pada penggunaan xillol  haruslah berhati-hati, jangan sampai cairan xillol menempel pada bagian mikroskop no-optik, karena akan merusak cat atau merusak bahan plastik. Dengan mematuhi petunjuk penggunaan dan pemeliharaan mikroskop di harpakan mikroskop dapat bertahan lama untuk di pergunakan pada kegiatan laboratorium biologi    (Soernaito, 2012).




















BAB III
METODOLOGI PARTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari selasa 10 November 2015,  pukul 08.00-09.30 WIB bertempat di Laboratorium Biologi Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1        Alat
a)         Mikoskop
b)         Mikroskop mikrometer objektif
c)         Mikroskop okuler
d)        Gunting
e)         Objek gelas
f)          Deckglass
g)         Objek gelas
h)         Kamera digital
3.2.2        Bahan
a.     Kertas koran
b.    Air
3.3 Cara kerja
a)      Potongan satu huruf dari kertas koran, kemudikan letakan diatas objek gelas
b)      Beri dua tetasan air dan tutup dengan deckglass
c)      Amti dibawah mikroskop dengan perbesaran lemah perhatikan bayangan yang terbentuk
d)     Amati dengan perbesaran kuat.
e)      Perhatikan juga bayangan yang terbentuk jika digeser kebawah, keatas dan kiri kanan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1    Hasil
Table 1. Pengamatan Bagian-Bagian Mikroskop
Gambar
Keterangan
1.lensa okuler
2. Tabung
3.Sendi tabung
4. Revolver
5. Lensa obyektif
6. Penjepit preparat
7. Meja preparat
8. Kondensor
9.Pemutar ke atas ke
bawah
10. Pemutar fokus
kasar
11. On/Off mikroskop
12. Reflektor
13. Kaki mikroskop
14. Diafragma
15. Pemutar fokus
halus
16. Kaki mikroskop
17. Lengan mikroskop
18. Pengatur cahaya

tabel 2.Sipat Bayangan
Jenis perbesaran
Gambar sebelum
Gambar sesudah
Keterangan bayangan
Skala perbesaran 4 X 10

G

Nyata
Terbalik
Diperbesar

Skala perbesaran 10 X 10
G

Nyata
Terbalik
Diperbesar

Skala perbesaran 40 X 10
G

Maya
Terbalik
Diperbesar

Skala perbesaran 100 X 10
G

Tidak terlihat





4.2    Pembahasan
Berdasarkan hasil pratikum pengelan mikroskop yang telah lakukan dapat diketahui pengertian dari mikroskop dan bagian-bagiannya serta fungsinya. Mikroskop adalah alat bantuh utama dalam melakukan pengamatan dan penelitian dalm bidang biologi kareana dapat digunakan untuk mrmpelajari struktur benda-benda kecil yang tidak terliahat oleh mata telanjang.
Bagian-bagian dan fungsi mikroskoskop Lensa okuler berfungsi untuk membesarkan bayangan dan memperokyeksinya   ke retina mata, Tabung berfungsi unruk mengatur fokus yang dapat dinaikankan dan sebagai penhubung anatar lensa objektif dan lensa okuler, Revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objetif dengan cara memutarnya, Lensa objetif berfungsi untuk menghasilkan bayangan benda yang akan diamati, Lengan mikroskop berfungsi untuk mengangakat mikroskop, Penjepit pereparat berfungsi untuk bahan yang akan dimati agar tidak  bergeser, Pereparap berfungsi untuk meletakan objek, Kondensesor cahaya yang berfungsi untuk mengpulkan cahaya yang masuk pada mikroskop, Cermin berfunsi untuk memantulakan dan mengarahkan cahaya, Kaki mikroskop berfungsi untuk menyanga dan menopang mikroskop, Pengatur cahaya berfungsi untuk mengatur banyaknya atau sedikit cahaya yang masuk, Tombol on/of berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan cahaya atau lampu pada mikroskop, Penggeser pereparat berfungsi untuk mengeserkan perparat agar objektif di amati terfokus dengan lensa opik, Pemutar kasar berfungsi memokuskanbayangan secara cepat, Memutar halus berfungsi untuk memokuskan bayangan objek secara lambat, Pengatur kondensesor berfungsi mengatur cahaya yang masuk dalam mikroskop, Kabel mikroskop berfungsi sebagai penghubung anatara mikroskop dan sumber arus listrik.
Menurut Sibilia (1988), Mikroskop optik adalah cahaya dalam lampu yang dibiaskan oleh lensa condenser, setelah melewati lensa condenser sinar mengenai specimen dan di teruskan oleh lensa objektif merupakan bagian yang paling penting dari mikroskop karena dari lensa ini di ktahui perbesaran yang dilakukan mikroskop. Sinar yang ditangkap oleh lensa mata atau kamera mempunyai batasan yaitu 400 X sampai dengan 1400 X (Sibilia J.P. 1988).
Menurut Yatim, (2012). Mikroskop cahaya ( MC ) penggunaan pancaran cahaya untuk membuat bayangan benda yang dibesarkan sedangkan mikroskop elektron menggunakan pancaran elektron untuk membuat bayangan benda itu.
Pada pratikum ini kita meletakan hurup G di mikroskop, maka yang kita lihat hurup G yang terbalik di perbesar, dan nyatah. Dari oratikum ini juga kita daoat mengetahui sipat bayangan pada mikroskop yang di tentukan oleh dua lensa yaitu lensa objetik dan lensa okuler. Lensa okuler yang menyababkan sipat bayangan nyatah, tegak, dan diperbesar. Sedangkan lensa objetif sipatnya maya, terbalik dan di perkecil.
Pada pencobaan ini kami menggunakan 4X10 sampai dengan 10 X 100. Pada perbesaran 4 X 10 gambar yang terlihat masih snagat jelas. Pada perbesaran 10 X10 gambar huruf G sudah mulai tidak jelas sedandakan serat pada koran sudah terlihat jelas. Pada perbesaran 10 X 40 bentuk huruf G sudah benar-benar tidak jelas dan hanya terlihat samar-samar saja dan pada perbesaran 10 X 100 gamabar sudah tidak terlihat sama sekali.
Sifat bayangan pada mikroskop di tentukan pada 2 lensa, yaitu lensa objekif dan lensa okuler. Lensa objektif mempunyai sifat bayangan maya, terbalik dan diperkecil. Sedngkan lensa okuler mempunyai sifat bayangan nyata, tegak dan diperbesar. Benda yang diamati diletakkan sedekat mungkin dengan titik fkus lensa objektif. Sedangkan mata kita tepat berada I lensa okuler. Mata pengamat berda dibelakang lensa objektif yang kebetulan bayangan dari okule tepat di titik focus ensa okuler dinamakan pegamat secara rilks dan pengamatan dilakukan secara terakomendasi bila bayangan objektif berada diruang etama okuler. Mikroskop yang terdiri dari lensa positif bayangan akhir barada jauh tak terhingga, yang memiliki sifat bayangan diperbesar, maya dan tegak (Wheeler, 1988).



BAB V
PENUTUP
5.1  Kesimpulan
Mikroskop adalah alat bantu utama pengamatan dan penelitian dalam bidang biologi. Karena dapat digunakan untuk mempelajari strukur benda-benda kecil yang terlihat oleh mata telanjang. Bayangan yang terlihat pada mikroskop di pengaruh oleh lensa okuler dan lensa objektif. Bayangan ahir yang di bentuk oleh mikroskop adalah nyatah, maya, terabalik dan di perbesar. Macam-macam mikroskop pada pratikum yaitu Mikroskop cahaya, Mikroskop binokuler, Mikroskop sentreo,Mikroskop elektron dan lain-lain. Bagaian-bagian mikroskop adalah Kaki, Lengan, Cermin, Kondensesor, Diagfragma dan lain-lain. Dapat melatih keterampilan dalam menggunakan mikroskop. Mengetahui cara kerja agar pengamatan pada saat mendapat gamabar dalam mengukur objek yang sedang di amati.



5.2 Saran
Saran yang dapat saya berikan yaitu Dalam pratikum pengenalan mikroskop dan cara penggunaannya harus diperhatikan dengan baik karena mikroskop sangat penting dalam kegiatan pratikum biologi dan perhatikan agar tetep menjaga kebersihan laboratorium.











DAFTAR PUSTAKA


Andin, M. 2009. Ensik Lopedia IPA. Jakarta ; P.T Lentera Abadi.

Campbell,. 2008. Biologi. Jakarta : Erlanga

Respati, S. M. B. 2008. http://www.jurnal mikroskop Pdf.com. Pengaruh Volume air perendam dan perendam terhadapat perkecambah kacang hijau. Vol .4 : No.02, Oktober 2008 (42-44). Hari Kamis 12 Nopember 2015 Pukul 14 : 34 WIB.

Soernaito. 2012. Teknik Laboratorium. Bandung ; Univ Pendidikan.

Yatim. 2012. Biologi modern. Bandung ; P.T  Tarsito bandung.
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar